Berita Nasional

Jokowi: Dalam Keadaan Darurat, Saya Gerakkan!

"Anda boleh hina saya, kata-katain saya sepuasnya, tapi tidak untuk negara dan presiden saya," ujar Tjahjo Kumolo

Jokowi: Dalam Keadaan Darurat, Saya Gerakkan!
tribunnews.com
Presiden Jokowi saat mengunjungi markas Kopassus 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pernyataan keras juga disampaikan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo. Ia mempersilakan masyarakat menghinanya, tetapi tidak untuk simbol negara dan pemimpin negara.

"Anda boleh hina saya, kata-katain saya sepuasnya, tapi tidak untuk negara dan presiden saya," ujar Tjahjo Kumolo saat menjadi Inspektur Upacara di Kantor Kemendagri, Jakarta saat memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November kemarin.

Menurut Tjahjo, semua warga negara harus menghormati Indonesia Raya, Garuda Pancasila, serta Presiden Republik Indonesia. Jika warga negara tidak dapat menghormati hal itu, maka mereka bukanlah warga negara yang bertanggung jawab atas bangsanya.

"Kalau orang yang katain kepada lambang negara, bukan warga negara yang bertanggung jawab. Kita harus tahu etika dan sopan santun," jelas Tjahjo.

Ditegaskan lagi, masyarakat bisa saja melaporkan pihak-pihak yang telah menghina diri mereka apalagi jika sudah bersinggungan dengan kehormatan dan harga diri.

"Demikian juga saya, yang punya harga diri dan kehormatan saya yang sama-sama punya hak secara hukum, saya bisa melapor. Apalagi penghinaan kepada lambang negara, bendera, lagu, presiden dan bhineka tunggal ika. Itu hukumnya wajib," lanjutnya.

Mendagri kemudian mengimbau kepada masyarakat mengimbau untuk tetap cermat dalam menyebarluaskan informasi yang diterima, baik melalui media sosial ataupun pesan singkat.

Menurutnya, saat ini ada undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang bisa menjerat seseorang. "Kami ingatkan, bila saya atau Anda mendapat sms dari media sosial maka harus membaca, dan cermati dengan baik. Jangan langsung dikirim ke orang atau teman," jelasnya.

Tjahjo mengatakan, Indonesia merupakan negara hukum dan apabila ada tindakan yang dapat diproses secara hukum, maka masyarakat bisa melaporkannya kepada pihak yang berwenang agar dapat diproses secara adil dan terbuka. Jika masyarakat ingin menyampaikan aspirasinya, maka Tjahjo meminta agar tetap mengeluarkan pendapat dengan etika dan tata cara yang sudah ada.

"Anda semua boleh berdemo di sini, tapi sampaikan aspirasi dengan baik, dengan etika yang ada, tak peru hujat, apalagi hujat lambang negara, dimana itu harus dihormati dengan baik," kata Tjahjo.

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved