Terancam Telat, Pekerjaan Jembatan AKT II Bakal Diberi Dispensasi

Seandainya proyek tak selesai sesuai jadwal karena pembebasan lahan, dianggap force major. Artinya tak ada sanksi atau denda yang dibebankan.

Terancam Telat, Pekerjaan Jembatan AKT II Bakal Diberi Dispensasi
murhan
Jembatan Sulawesi atau dikenal Jembatan AKT II terus digenjot pelaksanaannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Dinas Binamarga Kota Banjarmasin, Gusti Ridwan Sofyani mengatakan, pihaknya akan memberikan dispensasi pada PT Apu Stians yang sedang mengerjakan proyek Jembatan Sulawesi (AKT II) dengan nilai kontrak Rp 8,5 miliar itu.

Ini karena adanya kemungkinan pembebasan lahan di bagian oprit jembatan belum selesai. Padahal, awal Desember, pengerjaan harusnya memasuki tahap pembangunan oprit. Jika tidak, diprediksi, pembangunannya tak selesai sesuai jadwal yakni akhir Desember 2016.

Karena, untuk membangun oprit jembatan memerlukan waktu sekitar sebulan. Jika pembebasan lahan tak selesai, bakal melewati jadwal yang ditentukan. Makanya, pihaknya sudah memberikan kebijakan pada kontraktor yang mengerjakan.

Seandainya proyek tak selesai sesuai jadwal karena pembebasan lahan, dianggap force major. Artinya tak ada sanksi atau denda yang dibebankan.

Jembatan AKT II sendiri dibangun kembar. Untuk tahap pertama lebarnya 7 meter dengan panjang 63,5 meter plus oprit 21 meter dan ketinggian 3,5 meter dari muka air sungai. Tingginya lebih satu meter dari yang lama. (*)

Penulis: Murhan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved