Banjarmasin Post Cetak

Tugu 9 November Banjarmasin Dijadikan Destinasi Wisata Sejarah

Sekarang, tugu tersebut dikembangkan. Pemerintah membangun dinding mengelilingi tugu yang dihiasi relief perjuangan saat itu.

Tugu 9 November Banjarmasin Dijadikan Destinasi Wisata Sejarah
banjarmaspost.co.id
Cover BPost Edisi Jumat (11/11/2016) 

Di pojok Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banjarmasin, Jalan DI Panjaitan, ada prasasti di lahan seluas sekitar 4 x 4 meter persegi. Prasasti ini tak begitu tampak dari jalan. Prasasti itu adalah penanda salah satu sejarah perjuangan rakyat Banjarmasin dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ada sembilan nama pejuang yang tewas dalam pertempuran melawan Belanda pada Jumat 9 November 1945. Mereka adalah Badran, Badrun, Utuh, Umar, Ta’im, Jumain, Sepa, Dulah dan Pa’marup.

Nama mereka juga diabadikan di tugu Jalan 9 November depan Jembatan Pengambangan Banjarmasin. Terdapat pula dinding relief peperangan pada tanggal tersebut.

Ahli sejarah Banjar, Syarifuddin mengatakan, prasasti dan tugu itu menjadi penanda atas peristiwa yang sama. Namun maksud dibangunnya berbeda. Prasasti di Jalan DI Panjaitan menjadi penanda atas peperangan warga Banjar melawan tentara NIC Belanda. “Sedang tugu di Pengambangan merupakan penanda markas perjuangan,” kata mantan kepala Museum Lambung Mangkurat dan Museum Wasaka tersebut.

Dia memaparkan pada 9 November 1945 terjadi serangan frontal dan terorganisasi Barisan Pemberontakan Republik Indonesia Kalimantan (BPRIK). Keberanian pejuang mengejutkan tentara NICA yang bermarkas di Benteng Tatas (sekarang jadi kompleks Masjid Raya Sabilal Muhtadin).

Serangan balasan pun dilancarkan penjajah terhadap markas pejuang di Jalan Jawa (kini Jalan DI Panjaitan) dan Kelayan. Pada 12-13 November 1945, NICA juga mengirim pasukan dengan kapal perang Kelua ke markas BPRIK di Pengambangan (Benua Anyar).

Aksi balas dendam Belanda ini sudah diperkirakan para pejuang. Mereka bersembunyi.

Tak menemukan buruannya, pasukan Belanda mengalihkan sasaran kepada penduduk Pengambangan dan sekitarnya, yang dicurigai ikut dalam serangan 9 November 1945. Melalui jalur sungai dan darat, sejumah warga yang merasa terancam menuju Alam Roh di Desa Paku Alam RT 10 Lokbaintan Kecamatan Sungaitabuk Kabupaten Banjar. Ini merupakan markas pejuang Banjar.

Untuk mengenang perjuangan tersebut dibangun prasasti di Jalan DI Panjaitan dan tugu di Jalan 9 November.
Sekarang, tugu tersebut dikembangkan. Pemerintah membangun dinding mengelilingi tugu yang dihiasi relief perjuangan saat itu.

Kasi Pembinaan Kepurbakalaan dan Cagar Budaya Disparsenibud Kota Banjarmasin, Andi Pahwanda mengatakan, pengembangan tugu itu diharapkan menjadikannya destinasi wisata baru bagi pecinta wisata sejarah. (ire)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved