Serambi Ummah

Investasi Bodong, Gunakan Publik Figur sebagai Jualan

Patah tumbuh hilang berganti, ditutup satu bisnis investasi bodong, tak berselang lama akan muncul yang baru lagi.

Investasi Bodong, Gunakan Publik Figur sebagai Jualan
Serambiummah.com
Cover Serambi Ummah Edisi (11/11/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Patah tumbuh hilang berganti, ditutup satu bisnis investasi bodong, tak berselang lama akan muncul yang baru lagi. Ternyata ada dua faktor yang menguatkan bisnis mereka selalu eksis.

Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel, Agus Priyanto ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat pemilik modal tidak pernah kapok untuk mempercayai bisnis investasi bodong ini.

“Selain masalah iming-iming keuntunan atau bagi hasil yang sangat besar, kepercayaan mereka diyakinkan lagi dengan kerap bergabungnya tokoh atau publik figur yang seolah berada di lingkungan bisnis ini,” ujar Agus.

Dengan kehadiran yang dekat publik figur ini, menurut dia, masyarakat jadi bertambah percaya dengan pengelolaan bisnis ini padahal bisa saja kehadiran tokoh masyarakat itu sebenarnya bukan merupakan bagian dari bisnis itu.

Namun, menurut Agus, ada alasan kuat lainnya yang kerap dikemukakan para nasabah yang menjadi korban yang sifatnya lebih teknis perhitungan keuntungannya.

“Jadi seperti ini, sekelompok masyarakat yang pernah datang ke OJK melaporkan kasus investasi bodong ini beralasan mereka bergabung dengan hitungan kalau menjadi nasabah di awal-awal akan tetap menguntungkan, karena pembayaan biasanya lancar, namun kalau sudah pada yang berikutnya itu menjadi masalah,” jelas Agus lagi.

Untuk kawasan Kalsel, diakuinya, yang terakhir laporan masuk ke OJK adalah kasus dream for freedom dimana jumlah korbannya juga cukup banyak.

“Alasan mereka bergabung ya seperti dikatakan awal tadi,” katanya. (uum)

Cover Ummah 11/11
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved