Serambi Ummah

Investasi Bodong, Wakil Rektor II IAIN: Bisa Jadi 'Pengeroyokan Penipuan'

Banyak nasabah yang menjadi korban walaupun ada juga yang mendapat keuntungan, khususnya mereka yang direkrut pada awal-awal.

Investasi Bodong, Wakil Rektor II IAIN: Bisa Jadi 'Pengeroyokan Penipuan'
Serambiummah.com
Cover Serambi Ummah Edisi (11/11/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Segala binis investasi yang tidak jelas bentuk transaksinya atau diistilahkan sebagai investasi bodong, menurut Dr H Sukarni bisa dikategorikan sebagai transaksi penipuan.

“Karena sama dengan kebohongan atau penipuan dalam transaksi ekonomi jelas dilarang dalam Islam,” ujar Wakil Rektor II IAIN Antasari ini.

Menurutnya, bukan berarti bisnis penyertaan modal ini tidak diajarkan dalam Islam, sebab melalui sistem mudharabah (penyertaan modal) yang demikian dibenarkan.

Asalkan, menurutnya, bisnis itu dikelola oleh lembaga yang bisa dipercaya dan sesuai dengan tuntunan Islam.

“Sebenarnya dari jumlah bagi hasil yang ditawarkan sudah bisa dilihat apakah investasi ini rasional atau tidak, kalau sudah di atas 10 persen bahkan 20 persen, ini sulit diterima dengan perhitungan bisnis. Bahkan kalau yang demikian itu benar bisa-bisa lembaga perbankan tutup, karena semua pemilik dana akan lari ke investasi seperti ini,” jelasnya.

Dikatakannya, di balik bisnis ini tentu saja akan berakibat banyak nasabah yang menjadi korban walaupun ada juga yang mendapat keuntungan, khususnya mereka yang direkrut pada awal-awal.

Bagi nasabah yang jadi korban, menurut Sukarni yang sering mengisi pengajian (taklim) di masjid ini, memang tidak bisa disebutkan keikutsertaannya akan mendatangkan dosa, namun berbeda dengan nasabah yang direkrut di awal-awal dan mereka memetik keuntungan walaupun sejak awal ini bisnis bodong.

“Bagi mereka yang masuk dalam lingkaran ini dengan sadar dan menikmati keuntungannya, jelas hukumnya dosa karena termasuk ‘pengeroyokan penipuan’. Ini dilarang,” ujarnya. (uum)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved