Serambi Ummah

OJK Tidak Ada Wewenang Menindak Investasi Bodong yang Rugikan Masyarakat

pihak OJK tidak mempunyai wewenang melakukan tindakan terhadap pengelola bisnis investasi bodong ini.

OJK Tidak Ada Wewenang Menindak Investasi Bodong yang Rugikan Masyarakat
Serambiummah.com
Cover Serambi Ummah Edisi (11/11/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mengapa pihak OJK membiarkan operasi bisnis bodong yang merugikan konsumen ini? Menurut Agus, pihaknya tidak mempunyai wewenang melakukan tindakan terhadap pengelola bisnis ini.

“Kami tidak ada wewenang menindak karena mereka bukan lembaga di bawah naungan OJK seumpama pelakunya pihak perbankan di bawah OJK, itu bisa kita ambil tidakan seperti penutupan,” ujarnya.

Namun, menurut dia, secara moril OJK sudah melaksanakan sejumlah edukasi kepada masarakat baik melalui forum tatap muka langsung maupuan media untuk mengingatkan, agar jangan mudah tergoda dengan iming-iming keuntungan besar namun tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Untuk menjangkau masyarakat yang di pelosok kami bekerja sama dengan mahasiswa KKN menyampaikannya,” jelas Agus.

Tentang iming-iming keuntungan besar yang ditawarkan pengelola investasi bodong ini, menurut dia, biasanya di atas rasional.

“Kita ambil contoh bagi keuntungan deposito saja kalau antara enam sampai sepuluh persen itu masih rasional, kalau ada yang menawarkan di atas 10 persen itu sudah berisiko,” ujarnya.

Kenyataannya, investasi bodong biasanya berani memberikan keuntungan sampai 20 persen bahkan di atasnya.

“Bagi masyarakat yang ingin aman investasi di luar deposito, bisa inves di emas ini keuntungannya antara lima sampai enam persen,” jelas dia. (uum)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help