Banjarmasin Post Edisi Cetak

Ada 28 Bekas Luka di Tubuh Bocah Adopsi Itu Akibat Disiksa Ibu Angkat

Akibat perbuatan sadis ibu angkat itu, bocah perempuan yang itu mengalami luka-luka dan memar di sekujur tubuhnya.

Ada 28 Bekas Luka di Tubuh Bocah Adopsi Itu Akibat Disiksa Ibu Angkat
banjarmasinpost.co.id
Cover Harian Banjarmasin Post Edisi Jumat (18/11/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sungguh kejam apa yang dilakukan ibu rumah tangga bernama Fitri Rahayu. Wanita berusia 25 tahun itu secara membabi buta menganiaya putri angkatnya DA yang baru berusia 8 tahun selama setahun terakhir.

Penganiayaan itu dilakukan Fitria di kediamannya di Jalan Padat Karya Kompleks Purnama Permai 2 jalur 10 RT 60, Sungai Andai, Banjarmasin Utara.

Akibat perbuatan sadis ibu angkat itu, bocah perempuan yang itu mengalami luka-luka dan memar di sekujur tubuhnya.

Perbuatan ibu angkat itu terungkap setelah keluarga DA datang bertandang ke rumah Fitria Keluarga itu terkejut melihat tubuh DA penuh luka-luka. Mereka pun segera melaporkan perbuatan sadis Fitria terhadap anat angkatnya itu ke Satreskrim Polresta Banjarmasin.

Aparat Satreskrim Polresta Banjarmasin dibawah pimpinan Kasat Reskrim AKP Arief Prasetya, langsung bergerak cepat. Petugas mengamankan Fitria yang dilaporkan telah melakukan tindak kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui melakukan penganiayaan kurang lebih setahun terakhir. Mulai Oktober 2015 dan terakhir Selasa 15 November 2016.

“Pelaku mengakui melakukan tindak kekerasan dengan cara memukul korban dengan palu. Bahkan, pernah menyiram anak angkatnya itu dengan air panas. Kasus ini masih terus kami dalami,” beber Anjar.

Ditambahkan Arief, korban sudah menjalani proses visum atas luka yang diderita akibat tindak kekerasan yang dilakukan ibu angkatnya tersebut.

“Hasil visum dokter, ada 28 bekas luka dialami korban. Bahkan ada tulang remuk. Kondisinya trauma berat, namun perlahan sudah membaik dalam penanganan Unit PPA,” jelas Kasatreskrim.

Bekas luka paling jelas terlihat yakni di punggung dan perut korban. Luka terlihat karena bekas disiram air panas.

“Beberapa bulan lalu, korban mengalami tindak penganiayaan dengan disiram air panas oleh pelaku. Bekas lukanya terlihat di bagian punggung. Lalu luka lainnya karena dipukul palu yakni di kepala dan di badan bahkan kemaluan. Hasil pemeriksaan dokter juga ada tulang yang remuk,” beber Arief.

Kasatreskrim berujar, pelaku sempat mencoba kabur setelah tahu dilaporkan ke aparat kepolisian.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung lakukan pengawasan di rumah pelaku. Sore itu pelaku berkemas-kemas dan diduga mau melarikan diri. Beruntung, itu kami bisa cegah dan menangkapnya,” pungkas Arief.

Pelaku terus memeriksa intensif pelaku, dan akan digelar reka ulang kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur itu. Atas perbuatanya itu, pelaku dijerat Pasal 44 ayat 2 UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT dan atau Pasal 80 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2015 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman maksimal 10 tahun untuk kasus KDRT. (ady)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved