Ancaman Degradasi Politik

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) begitulah kita dikenal di berbagai belahan dunia. Dalam perjalanannya sebagai sebuah bangsa,

Ancaman Degradasi Politik
BPost cetak
Muhammad Riyandi Firdaus 

Oleh: Muhammad Riyandi Firdaus
Dosen STIA Tabalong dan Peneliti Muda Lembaga
Kajian Politik dan Pembangunan Daerah (IRDePos) Kalsel

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) begitulah kita dikenal di berbagai belahan dunia. Dalam perjalanannya sebagai sebuah bangsa, banyak hal yang terus menerus perlu di perbaiki.

Dengan kondisi negara sekarang, para penduduk (warga negara) diliputi keresahan-keresahan yang menjadi-jadi akan arah dan jalan bangsa ini. Keresehan warga negara bukan berarti hanya sebuah masalah pribadi, tapi terbagi lagi atas masalah-masalah golongan (kelompok) yang memiliki kepentingan masing-masing dalam menuai pundi-pundi kekayaan.

Perasaan warga negara sekarang terus dilanda kegalauan seperti kemiskinan, kesenjangan pembangunan, korupsi, kelemahan hukum, kebijakan tidak tepat dan lain-lain. Kompleks lah masalah yang menerpa bangsa ini pada era demokrasi keberlanjutan sekarang.

Tentunya dari segala hal yang menyebabkan itu semua adalah politik. Kekinian, politik berarti bagaimana cara memperoleh kekuasaan, mempertahankan kekuasaan serta membagi-bagi kekuasaan. Karenanya, sering terdengar ketika ada urusan apapun yang menjadi program pemerintah, perencanaan, hukum selalu ada kata politik dalam persepsi masyarakat.

Lumrah terjadi pada pemerintahan bangsa saat ini, seseorang yang memiliki kekuasaan berbuat sesuka hatinya menunjuk para pembantunya, karena sesungguhnya seorang yang berkuasa memiliki wewenang untuk mengatur pemerintahannya. Kentalnya budaya titip-menitip keluarga (hubungan darah), balas budi kepada seseorang yang memberikan modal, mengangkat tim sukses dan lain-lain dalam proses pemerintahan tidak dapat diubah apalagi untuk dihilangkan (revolusi mental) dan bahkan malah dipertahankan.

Ketika hal-hal tersebut terus menerus menjadi budaya yang seakan tiada habisnya maka persepsi tentang politik itu kotor terus berkembang di mata masyarakat. Aristoteles mengatakan politik sesungguhnya adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk kebaikan bersama.

Memaknai politik zaman sekarang, apakah politik sudah menjadi usaha untuk mewujudkan kebaikan bersama? Yang terjadi sekarang politik dijadikan alat untuk memperoleh kekuasaan, membagi-bagi jabatan, mempertahankan kekuasaan dan lain-lain bagi individu dengan menghalalkan segala cara untuk meningkatkan kemakmuran diri sendiri bukan untuk kemakmuran warga negara.

Konsep Politik
Secara umum, kegiatan politik menyangkut tujuan masyarakat, dapat dikatakan bahwa politik merupakan kegiatan dalam berwarga negara untuk melaksanakan tujuan tersebut. David Easton berpendapat bahwa sistem politik sebagai interaksi yang diabstraksikan dari seluruh tingkah laku sosial sehingga nilai tersebut diabaikan secara otoritas kepada masyarakat. Sehingga pada intinya konsep dari politik adalah negara (state), kekuasaan (power) dan kebijakan (policy).

Secara politik, Indonesia menganut sistem demokrasi, yang mana pada umumnya segala sesuatunya berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Tapi, sangat disayangkan, fakta demokrasi sekarang seakan tidak berjalan secara semestinya. Yang mestinya untuk rakyat, tidak kembali ke rakyat. Rakyat seakan-akan berada di bawah bayang-bayang kekuasaan yang begitu besar dan jauh dari jangkauan.

Halaman
12
Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved