Smart City dan Library City

Perpustakaan Kota Banjarmasin misalnya. Ternyata sejak beberapa waktu terakhir menggunakan bekas Kantor Kecamatan Banjarmasin Tengah di Jalan

Smart City dan Library City
BPost Cetak
Ilustrasi 

PERPUSTAKAAN atau biasa juga disingkat perpus, bak satu nama kondang tapi juga asing. Banyak yang tahu tempat apa itu, tetapi sebaliknya yang sering berkunjung ke sana. Bahkan bisa jadi tak tahu di mana lokasinya.

Perpustakaan Kota Banjarmasin misalnya. Ternyata sejak beberapa waktu terakhir menggunakan bekas Kantor Kecamatan Banjarmasin Tengah di Jalan Jafri Zamzam. Dan rupanya, bangunan berukuran kecil itu juga menjadi kantor arsip kota.

Untuk koleksi buku, cuma sekitar 2.000 yang dipajang di 10 rak. Jumlahnya tak bisa disebut banyak untuk perpustakaan sekelas Kota Banjarmasin. Seorang warga menyebut tempat terlalu sempit dan koleksi bacaannya tidak lengkap.

Padahal, berdasar Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007, perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejatinya, Pemko Banjarmasin punya rencana membangun gedung perpustakaan mulai 2017. Lokasinya di Jalan RK Ilir. Luas lahan sekitar 4.000 meter persegi. Bangunan tiga lantai dianggarkan Rp 14 miliar.

Namun sayang, planning itu terpaksa dipending. Pertimbangannya APBD Kota Banjarmasin mengalami defisit 14 persen lebih atau dari Rp 1,7 triliun menjadi Rp 1,5 triliun. Alhasil, untuk beberapa tahun ke depan Perpustakaan Kota Banjarmasin tetap berada di lokasi jalur hijau dan di atas sungai yang terlarang bagi berdirinya bangunan.

Selain itu, perpustakaan dinilai tidak terlalu urgent dilaksanakan tahun depan. Dinas Cipta Karya dan Perumahan lebih fokus pada kelanjutan pembangunan RSUD Sultan Suriansyah.

Pilihan pahit yang dianggap tepat. Setidaknya bila melihat kepentingan dan juga fakta bahwa perpustakaan masih belum menjadi kebutuhan bagi warga Kota Seribu Sungai.

Kenyataannya, Perpustakaan Kecamatan Banjarmasin Selatan sejak 2014 tak pernah digunakan. Bahkan, buku dan peralatannya masih belum ditata. Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Banjarmasin, Ahmad Sulaiman Effendi mengatakan, bangunan itu adalah perpustakaan percontohan bantuan Pemprov Kalsel. Dia mengaku sudah dua kali menyurati Camat Banjarmasin Selatan untuk membuka perpusatakaan tersebut.

Menanggapi itu, Camat Banjarmasin Selatan, M Yusrin menyatakan, bangunan tersebut memang sudah diserahkan beserta isinya ke kecamatan. Namun, kewenangan pengelolaannya belum diserahkan ke pihak kecamatan.

Jadi, begitulah nasib perpustakaan di daerah, yang sedang berjuang menjadi smart city layaknya Kota Bandung. Padahal, smart city idealnya dibarengi kehadiran library city, berupa perpustakaan untuk rakyat (taman baca) yang tersebar di sejumlah tempat. Termasuk kantor lurah dan bahkan posyandu. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help