BanjarmasinPost/

Berita Tanahlaut

Sudah 8 Tahun Pembangunan Dermaga Swarangan Mangkrak

Itu sesuai dengan program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dalam peraturan presiden bernomor 2 tahun 2015

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Delapan tahun proyek pembangunan pelabuhan dermaga Swarangan di Dusun Pampan, Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, mangkrak. Kini, kabar baiknya, pelabuhan itu akan kembali dikerjakan.

Itu sesuai dengan program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dalam peraturan presiden bernomor 2 tahun 2015, bahwa Kabupaten Tanahlaut, masuk dalam kawasan pembangunan strategis nasional, yaitu pelabuhan Swarangan.

Senin (22/11/2016), BPost Group melihat ke lokasi pembangunan pelabuhan Swarangan yang dikerjakan pada 2008 silam. Tidak banyak perubahan. Justru kawasan itu semakin kumuh karena banyak kayu-kayu lapak peneduh di pesisir pantai yang tak dipasangi tenda atau terpal.

Lapak itu akan dipasangi tenda oleh pemiliknya saat akhir pekan, Sabtu dan Minggu saja. Itu karena banyak pengunjung yang bermalam di kawasan pelabuhan tersebut. Mereka menyewa lapak itu untuk berteduh dari terik matahari. Ada juga yang menginap bersama keluarga, teman dan kerabatnya.

Menuju dermaga, sama kondisinya juga tak ada perubahan. Lebih parah beberapa tiang pancang yang tak sempat dipasang badan dermaga kondisi seperti berkarat.

Ada jembatan darurat, akses menuju dermaga itu masih seperti dahulu. Itu pun dibuat oleh para mancing mania dari desa Karangrejo yang mencari ikan . Mereka duduk di badan dermaga. Diluar Sabtu dan Minggu, kawasan itu sepi dan hanya disinggahi para mancing mania.

Sugito, warga Desa Karangrejo yang berdagang di kawasan pelabuhan mengaku tidak mengetahui kapan kelanjutan pembangunan dermaga pelabuhan Swarangan tersebut. Ia mengaku heran, akses jalan yang pernah dibuat pemerintah kini kondisinya tak bisa dilintasi roda dua karena becek.

"akses jalan ke dermaga, ya melalui lahan nelayan di Sungai Pampan. Itu juga kami yang membuatnya. Setelah ramai setiap akhir pekan, pengunjung yang datang dipungut uang karena masuk lahan nelayan dan ongkos membuat jembatan darurat," katanya.

Sugito berharap kawasan pelabuhan Swarangan itu dilanjutkan. Ini agar menyerap tenaga kerja dari warga desa di sekitar pelabuhan Swarangan.

"Sudah pernah beberapa pejabat termasuk bupati datang melihat langsung kondisi jembatan dan pelabuhan Swarangan. Semoga saja ada kejelasan mau dijadikan apa kawasan ini sebenarnya, kalau bukan obyek wisata," harapnya.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help