Berita Kotabaru

NEWS VIDEO: Polsek Mataraman Sita 400 Biji Tabung Elpiji Bersubsidi

Hasan mengaku elpiji tersebut dikumpulkannya dari beberapa pangkalan di kawasan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Hasan Anshari alias Hasan diamankan anggota Polsek Mataraman Kabupaten Banjar Kalsel, lantaran tidak bisa menunjukan bukti surat izin membawa 400 tabung gas elpiji subsidi yang diangkut truk miliknya, Minggu (27/11/2016) dini hari.

warga Surapati RT 9 Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini sempat menolak saat digelandang ke Mapolsek Mataraman, dan berdalih memiliki izin usaha yang dijalankan selama setahun belakangan di kampung halamannya.

Saat dijumpai Senin (28/11/2016) pagi di Mapolsek Mataraman, pria berjanggut itu pun lebih banyak terlihat diam. Wajahnya juga seolah murung lantaran kasus pidana yang kini menjeratnya.

Kepada BPost Online, Hasan mengaku dirinya sedikit pun mengira usahanya tersebut melanggar aturan.

"Kalau melanggar aturan, saya sendiri belum tahu. Soalnya kan saya di kampung memiliki izin usaha tapi lokalan aja sih," ujarnya.

Lebih lanjut, Hasan juga tidak menampik mengenai ketidaktahuannya terhadap adanya larangan pengangkutan dan penjualan tabung elpiji bersubsidi ke luar daerah.

"Sejauh ini sudah sebanyak empat kali mengantar ke sungai sipai (Kabupaten Banjar)," akunya.

Disinggung berasal dari mana saja mendapatkan gas tabung elpiji bersubsidi yang dibawanya itu, Hasan mengaku elpiji tersebut dikumpulkannya dari beberapa pangkalan di kawasan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Selanjutnya, gas melon tersebut akan dikirimkannya ke wilayah Kabupaten Banjar bila sudah terkumpul sebanyak ratusan buah atau rentang waktu seminggu sekali.

Adapun keuntungan yang diperolehnya dari per biji tabung gas elpiji subsidi itu yakni sebesar Rp 2.000.

Menariknya pengantaran kerap dilakukan Hasan pada malam hari hingga dini hari.

Kapolsek Mataraman, AKP Volvy Apriana saat dikonfirmasi mengatakan alasan diamankannya pelaku, Hasan Anshari lantaran tidak mampu menunjukkan atau memiliki surat izin perniagaan serta pengakutan minyak dan gas bumi.

"Tersangka memang sempat berkelit memiliki izin usaha, tapi izin tersebut bukan izin perniagaan yang diturunkan dari Pertamina," terangnya. (Banjarmasin Post/Abdul Ghanie/Ratino Taufik)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved