Komunitas Gowes

Demo 212, 50 Pesepeda Luar Negeri Batal Ikut

Puluhan peserta yang menarik diri dari ajang itu yakni dari Malaysia, Singapura dan Korea Selatan.

Demo 212, 50 Pesepeda Luar Negeri Batal Ikut
kompas.com
Warga di Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, antusias saat menonton peserta Tour de Timor pada 11 September 2012. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUPANG - Sebanyak 50 pebalap sepeda asal luar negeri batal mengikuti ajang Tour De Timor yang akan digelar mulai 30 November sampai 3 Desember 2016 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Marius Ardu Jelamu kepada Kompas.com, Senin (28/11/2016), mengatakan, puluhan peserta yang menarik diri dari ajang itu yakni dari Malaysia, Singapura dan Korea Selatan.

Menurut Marius, penyebab batalnya keikutsertaan para pebalap luar negeri itu lantaran akan adanya demonstrasi pada 2 Desember di Jakarta.

“Adanya situasi politik di Jakarta yang menyebabkan mereka batal datang. Situasi politik itu sangat memengaruhi orang untuk datang ke Indonesia. Jadi semula ada 50 pendaftar dan di antaranya adalah dokter jantung asal Malaysia, tetapi dengan isu demo tanggal 2 Desember di Jakarta membuat mereka tarik diri dari kegiatan itu,” jelas Marius.

Marius mengatakan, para peserta asal luar negeri merasa terganggu dengan adanya isu demo itu. Mereka ingin agar situasi di Indonesia bisa lebih kondusif.

Dengan pembatalan sejumlah pebalap dari luar negeri, kata Marius, maka para peserta yang akan ikut dalam Tour De Timor berasal dari dalam negeri.

Sebanyak 20 pebalap berasal dari Pulau Jawa, sedangkan sisanya dari NTT, yakni dari Kupang, Soe, Kefamenanu dan Atambua.

“Saya sangat sayangkan karena sebagai seorang pemangku kepentingan di bidang pariwisata, tentu masalah keamanan ini sangat sensitif. Pemerintah pusat dan daerah tidak aman, maka akan mengganggu pariwisata, karena itu saya mengimbau kalau bisa kita tetap aman. Karena kalau kita mau agar Indonesia dikunjungi oleh para wisatawan asing, maka kita harus menciptakan keamanan,” ucap Marius.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved