Bank Mantap Bukukan Kenaikan Kredit 198,35 persen pada Oktober 2016

Hal itu ditunjukkan dengan pertumbuhan kredit secara tahunan sebesar 198,35 persen pada Oktober 2016 menjadi Rp 3,98 triliun dari Rp 1,33 triliun.

Bank Mantap Bukukan Kenaikan Kredit 198,35 persen pada Oktober 2016
Istimewa
Logo Bank Mantap 

BANJARMASINPOST.CO.ID, DENPASAR - Bank Mantap terus memperkuat peran sebagai lembaga intermediasi untuk mendorong perekonomian nasional.

Hal itu ditunjukkan dengan pertumbuhan kredit secara tahunan sebesar 198,35 persen pada Oktober 2016 menjadi Rp 3,98 triliun dari Rp 1,33 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari pencapaian tersebut, portofolio kredit produktif perseroan tercatat sebesar Rp 2,73 triliun, atau 68,72 persen dari total kredit Bank Mantap, meningkat Rp 1,88 triliun atau tumbuh 219,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi yang akrab dipanggil Cak Nur, pencapaian tersebut tak lepas dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pensiunan PNS serta TNI/Polri yang bertujuan memperkuat kemandirian nasional dan meningkatkan daya saing.

Sebagai perusahaan anak Bank Mandiri dan Taspen, Bank Mantap telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 2,73 triliun atau tumbuh 219,64 persen (year on year/yoy), yang disalurkan untuk pembiyayaan kredit Retail Rp 1,07 triliun dan kredit Mikro sebesar Rp 1,02 triliun.

“UMKM yang kuat akan menjadi tulang punggung perekonomian nasional, terutama dalam menjawab tantangan geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau yang tersebar luas. Oleh karena itu, kami akan terus konsisten dalam membantu pelaku usaha untuk melakukan ekspansi bisnis,” ujar Cak Nur.

Secara segmentasi, Cak Nur melanjutkan, perseroan terus meningkatkan penyaluran kredit ke seluruh bisnis dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen kredit pensiunan yang mencapai 2.469,20 persen menjadi Rp 1,89 triliun pada bulan Oktober 2016.

“Pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mengakselerasi perekonomian nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para pensiunan,” ungkap Cak Nur.

Selain itu atas peningkatan penyaluran kredit dan akuisisi nasabah UMKM dan pensiunan, perseroan juga telah berhasil membukukan laba menjadi sebesar Rp 46,65 miliar pada Oktober 2016 atau meningkat sebesar 206,57 persen secara yoy.

Peningkatan laba tersebut juga didorong dari efisiensi operasional yang telah dilakukan sehingga rasio atas pendapatan (CER) dapat ditekan menjadi 73,18 persen dibulan Oktober 2016 atau turun sebesar -5,62 persen dari tahun 2015 sebesar 77,54 persen.

Kepercayaan masyarakat kepada Bank Mantap juga terus tumbuh yang ditunjukkan dengan naiknya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 4,21 triliun pada Oktober 2016 dari Rp 1,59 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari pencapaian tersebut, total dana murah (giro dan tabungan) dan dana mahal (deposito) yang berhasil dikumpulkan Bank Mantap mencapai Rp 4,21 triliun, yang terutama didorong oleh peningkatan tabungan sebesar Rp 266 miliar menjadi Rp 621 miliar yoy.

Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mantap terus mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun jaringan layanan lainnya.

Hingga Oktober 2016, Bank Mantap telah menambah 102 unit kantor cabang menjadi 119 unit. (*)

Ikuti kami di
Editor: Muhammad Yamani
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help