Ini Balasan di Kubur Bagi yang Tak Bisa Mendidik Keluarganya Agar Tak Meratapi Takdir Allah

Nabi Muhammad SAW melarang keras umat Islam berlaku seperti ini karena terkesan tidak menerima takdir Allah.

Ini Balasan di Kubur Bagi yang Tak Bisa Mendidik Keluarganya Agar Tak Meratapi Takdir Allah
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal
Pengajian Ustadz Mairijani di Masjid At Tanwir, Jalan Sultan Adam 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seseorang bisa disiksa di kuburnya karena beberapa hal.

Di antaranya adalah meratap. Meratap di sini bisa dalam hal apa saja. Misalnya dalam hal kematian.

Saat seseorang meninggal dunia, terkadang ada saja anggota keluarganya yang meratapi kematian itu dengan cara berteriak, memukul-mukul badannya, menangis yang berlebihan sembari meratapi nasib ditinggal mati anggota keluarga bahkan berkata-kata yang tidak pantas yang menggambarkan ketidakterimaannya terhadap kematian itu.

Nabi Muhammad SAW melarang keras umat Islam berlaku seperti ini karena terkesan tidak menerima takdir Allah.

Hal itu disampaikan oleh Ustadz H Mairijani, M.Ag saat pengajian di depan sejumlah jemaah di Masjid At Tanwir, Jalan Sultan Adam, Banjarmasin, Rabu (30/11/2016).

"Kalau menangis saja tanpa meratap dibolehkan karena itu sesuatu yang manusiawi. Apalagi jika yang meninggal dunia orang yang dekat dengan kita atau keluarga kita. Nabi Muhammad pun menangis ketika ada sahabat atau anak beliau yang meninggal dunia," ucapnya.

Jika kita tidak bisa mendidik anggota keluarga kita untuk tidak meratap, maka kita akan disiksa di kubur.

"Jika kita meninggal dunia, lalu keluarga kita di dunia meratapi kematian kita, maka kita yang di kubur akan disiksa oleh Allah karena tidak bisa mendidik keluarga kita agar tidak meratapi takdir Allah," sambungnya.

Aktivitas merayakan sebuah kematian dengan menjamu para tamu yang hadir juga dianggap sebuah ratapan.

Syekh Muhammad Arsyad Albanjari dalam kitabnya, Sabilal Muhtadin mengatakan aktivitas seperti ini dianggap makruh dan sebaiknya tidak dilakukan oleh umat Islam karena bisa menyakiti mayit di kubur.(*)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help