Berita HST

Pendeta Akui Minoritas di HST Sangat Terayomi

Mereka menyatakan yakin, HST akan terus aman dan kondusif, dengan sikap saling tolerasi beragama yang tinggi, yang tercipta sejak zaman dahulu.

Pendeta Akui Minoritas di HST Sangat Terayomi
banjarmasinpost.co.id/hanani
Sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan pejabat melakukan doa bersama pada kegiatan sosialisasi Forum Kerukunan Umat Beragama yang digelar Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Umat minoritas di Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengakui sangat terayomi, meskipun berada di lingkungan mayoritas umat Islam.

Mereka menyatakan yakin, HST akan terus aman dan kondusif, dengan sikap saling tolerasi beragama yang tinggi, yang tercipta sejak zaman dahulu.

“Selama ini kami merasa diperhatikan dan diayomi, sehingga kami merasa bagian dari keluarga HST. Bagian dari Bumi Nusantara. Setiap kami merayakan Natal, kepolisian maupun TNI juga melakukan pengamanan, meski kami tinggal di desa yang sudah aman. Tapi kami apresiasi kewaspadaan Polri dan TNI,” kata Pendeta dari Desa Labuhan, Kecamatan Batangalai Selatan, Fuji Haryadi , pada Sosialisasi Forum Kerukunan Umat Beragama di Auditorium Pemkab HST, Rabu (30/11/2016)

Kegiatan sosialisasi yang digelar Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik HST tersebut dihadiri Wabup HST HA Chairansyah, Dandim 1002 Barabai Letkol Inf Dodit Herry Setiawan, Kapolres HST AKBP Muji Sekar Jaya.

Selain itu, tampak hadir sejumlah tokoh agama Islam, Kristen, dan Hindu serta para tokoh adat Dayak Meratus di Hantakan dan Batangalai Timur, tokoh masyarakat, Kepala BRI Cabang Barabai Tri Ichsan Nur, serta anggota Forum Pembauran Bangsa.

Pada kesempatan itu, Kapolres yang menjadi pembicara menyatakan, tolerasi umat Islam di HST selama ini sangat tinggi.

Apalagi setelah forum komunikasi umat beragama (FKUB) terbentuk. Namun, Kapolres berharap, peran organisasi ini lebih ditingkatkan lagi dalam membina kerukunan umat beragama.

Termasuk peran dalam membantu mencegah konflik yang berpotensi memecah belah umat, maupun memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.

Pada kesempatan itu ketua  FKUB H Saripudin (islam), Wakil Ketua Susi Kasmina Hindu) dan Tabita Bura Tasik Ampu Iembang (Kristen), sepakat akan mengintensifkan pertemuan silaturahmi rutin dengan tujuan mempererat jalinan persaudaraan antar tokoh agama.

Untuk itu, mereka pun mengusulkan agar Pemkab HST memfasilitasi pertemuan tersebut dan memberikan anggaran untuk operasionalnya. (*)  

Penulis: Hanani
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved