Metro Banjar Edisi Cetak

Gagal Menjambret di Km11, Mulyadi dan Khairani Pun Babak Belur

Nahas bagi Mulyadi dan Khairani. Penjambretan yang mereka lakukan di Jalan A Yani Km11 Kelurahan Gambut Barat, Kecamatan Gambut

Gagal Menjambret di Km11, Mulyadi dan Khairani Pun Babak Belur
dokumen
Metro Banjar edisi, Sabtu (3/12/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Dua sekawan, Mulyadi (27) dan Khairani (34), tidak pernah jera. Dua residivis yang pernah menjalani hukuman penjara satu tahun tiga bulan di Kapuas, Kalteng, ini kembali menjambret.

Nahas bagi Mulyadi dan Khairani. Penjambretan yang mereka lakukan di Jalan A Yani Km11 Kelurahan Gambut Barat, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Rabu (30/11) pagi, gagal total.

Tak hanya gagal, dua warga Tatah Layap Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar itu juga jadi bulan-bulan warga. Akibatnya, wajah mereka bengkak-bengkak dan tubuh mereka biru-biru.

Saat ditemui di ruang pemeriksaan Unit Reskrim Polsek Gambut, Jumat (2/11) pagi, bekas pukulan warga itu masih terlihat jelas di wajah Mulyadi dan Khairani. Bahkan, karena pukulan warga itu, Khairani agak kesulitan bicara. Beda dengan Mulyadi. Dia agak kesulitan menggunakan indera matanya. Pasalnya, di mata kanan masih bertengger benjolan besar.

Mulyadi mengaku, dia menjambret karena tidak punya uang untuk biaya istri melahirkan.

"Kerjaan saya cuma buruh bangunan. Tapi sekarang berhenti. Lantaran istri mau melahirkan, saya nekad menjambret,” ujarnya.

Menjambret ini, kata Mulyadi, merupakan kali dua. “Saat istri saya hamil anak pertama, saya juga menjambret. Saya tidak ada uang untuk biaya istri melarikan,” ujarnya.

Beda dengan Khairani. Dia rela menjambret karena ingin meminjamkan uang kepada adik ipar. “Uang itu untuk biaya resepsi perkawinan adik ipar saya,” ujarnya.

Khairani mengaku, aksi penjambretan itu sudah mereka rencanakan sejak Rabu subuh. "Paginya kami langsung beraksi,” ujar Khairani.

Khairani mengatakan, dia membawa Mulyadi pakai sepeda motor ke kawasan Jalan A Yani Kertakhanyar. “Saat berada di Km11, kami mendapati sasaran,” ujarnya.

Korban yang dipilih Mulyadi dan Khairani itu adalah Yeni (26), warga Pemurus Banjarmasin. “Kami melihat korban mengenakan perhiasan gelang di lengan kirinya,” ujarnya.

Khairani langsung memepet korbannya, saat bersamaan Mulyadi merampas gelang tersebut. Setelah itu Khairani menggeber sepeda motornya dari Banjarmasin menuju Banjarbaru.

Sial bagi Khairani. Belum jauh menggeber sepeda motornya, dia menabrak sebuah mobil yang berada di depannya. Akibatnya, Khairani dan Mulyadi mencium aspal. (gha)

Baca selanjutnya di Harian Metro Banjar terbit, Sabtu (3/12/2016)

ist
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved