News Analysis

Pengamat Ekonomi dari ULM, Syarituah Siregar : Belum Normal

Kenaikan harga batu bara yang terjadi saat ini masih terlalu dini dinilai sebagai tanda kembali pulihnya sektor ini.

Pengamat Ekonomi dari ULM, Syarituah Siregar : Belum Normal
banjarmasinpost.co.id
Cover Halaman 1 Banjarmasin Post Edisi Selasa (6/12/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kenaikan harga batu bara yang terjadi saat ini masih terlalu dini dinilai sebagai tanda kembali pulihnya sektor ini. Pasalnya, penurunan harga batu bara telah berlangsung cukup lama hingga berdampak luas.

Tidak hanya terhadap operasional perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, tetapi juga usaha turunannya seperti penyewaan alat berat dan sektor lainnya seperti perhotelan serta diler otomotif.

Memang harga batu bara mulai naik, tapi naiknya masih di atas harga terendah beberapa waktu lalu. Jadi belum bisa dibilang normal.

Sementara kondisi saat ini, tema pengalihan energi alternatif yang ramah lingkungan masih jauh dari kecukupan. Selain itu, harganya relatif lebih mahal sehingga orang masih kembali ke energi murah seperti batu bara. Itu sebabnya batu bara kembali bergeliat untuk mendukung ekonomi makro.

China sebagai negara tujuan ekspor batu bara sempat membatasi masuknya batu bara. Tapi karena infrastruktur dan industrinya masih membutuhkan, akhirnya membuka kran impor kembali.

Tapi perlu diingat, sebagai sumber daya alam yang tidak terbarukan, batu bara harus mulai ditinggalkan. Desain pembangunan ekonomi yang berkelanjutan atau sustainable harus tetap dijaga.

Masih banyak potensi di Kalimantan Selatan yang bisa dikembangkan, seperti agroindustri, agribisnis, agrowisata dan lainnya. (nda)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved