Metro Banjar Edisi Cetak

Penyiram Air Keras Sembunyi di Drum

Saat ditangkap Alamsyah bersembunyi dalam drum, yang ada di belakang rumah saudaranya di kawasan Kelayan, Banjarmasin.

Penyiram Air Keras Sembunyi di Drum
metrobanjar.com
Metro Banjar Edisi Rabu (7/12/2016) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Alamsyah (30), si penyiram air keras ke wajah istrinya, Rafika Mufti (27), berhasil ditangkap polisi, Senin (5/12) malam. Saat ditangkap, Alamsyah bersembunyi dalam drum, yang ada di belakang rumah saudaranya di kawasan Kelayan, Banjarmasin.

Informasi didapat, setelah menerima laporan kasus penyiraman air keras yang dilakukan Alamsyah terhadap istrinya, tim gabungan dari Polsek Banjarmasin Utara, Jatanras Polresta Banjarmasin dan Resmob Polda Kalsel langsung melacak keberadaan Alamsyah.

Senin sekitar pukul 21.50 Wita, tim gabungan mendapat informasi Alamsyah berada di rumah saudaranya di kawasan Kelayan, Banjarmasin. Malam itu juga tim gabungan menuju tempat persembunyian Alamsyah.
Ternyata Alamsyah memang ada di rumah saudaranya itu. Begitu melihat polisi, Alamsyah lari ke belakang rumah. Untuk mengelabui polisi, Alamsyah bersembunyi dalam drum.

Upaya Alamsyah melolos diri dari tangkapan polisi sia-sia. Meski sudah bersembuyi dalam drum, polisi tetap berhasil menemukannya. Alamsyah pun hanya bisa pasrah saat digelandang menuju Mapolsek Banjarmasin Utara.

Ditemui, Selasa (6/12) siang, Alamsyah mengaku tak berniat melakukan penyiraman air keras ke wajah istrinya, Rafika.

"Awalnya saya mau minta rujuk saja dengan dia (Rafika). Karena dia menolak, saya jadi emosi,” ujarnya.
Alamsyah mengaku, karena penolakan rujuk dan kemudian teringat akan sikap Rafika yang terus menekannya selama berumah tangga, membuat emosi tidak terkendali.  (ady)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Rabu (7/12/2016)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved