NEWS VIDEO

Seorang Ayah di Kintap Tega Perkosa Putrinya Hingga Tiga Kali

Gatot diduga polisi melanggar Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Gatot Marjono alias Gatot (41) terancam maksimal kurungan penjara 15 tahun. Itu karena ulah bejadnya menindih putri kandungnya yang masih berusia 13 tahun.

Gatot diduga polisi melanggar Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Itu sesuai pengakuan korban kepada polisi, bahwa Gatot melakukan perbuatan keji itu saat korban tertidur. Modus pelaku menunggu korban terlelap itu efektif.

Saat korban terbangun ingin berontak tak kuasa karena dalam kondisi kedua lengan dan kedua kakinya terikat. Tak hanya itu, agar putrinya tak berteriak, mulut korban disumpal kain.

Tak ada perasaan kasihan saat pelaku menindih buah hati. Usai pelaku puas melampiaskan hawa nafsu setannya menindih. Pelaku tak ada rasa penyesalan. Justru korban ditakuti dan diancam akan dibunuh bila bercerita.

Tragisnya, rupanya pelaku ketagihan sehingga perbuatan menindih anak kandung itu dilakukan berulang kali di rumah pelaku, Jalan Kasih Dandanan RT 008 Dusun 03 Desa Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut.

Diduga pelaku dendam dengan ibu korban yang memilih bercerai dan membawa korban turut bersama dengan ayah tiri di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Korban sekitar Maret 2016 berada di Kintap karena ibunya di Kapuas meninggal dunia. Tak enak hidup dengan ayah dan ibu tiri, korban dijemput pelaku.

Selama hidup bersama pelaku dengan ibu tiri di Desa Kintap, korban tidak sekolah dan kerjaanya hanya membantu beres-beres rumah bersama adik kandung korban.

Kapolres Tanahlaut, AKBP Sentot Ada Dharmawan, Rabu (7/12/2016) menjelaskan alasan pelaku menodai anaknya karena terangsang mendengar kata-kata putrinya yang sering mengaku basah di sekitar celananya.

Menurut Sentot, kasus ini tak terungkap jika tidak ada pengaduan dari kepala dusun di Desa Kintap. Dari keterangan kepala dusun itu kemudian diteruskan kepada Kepala Desa Kintap.

"Kepala Desa Kintap berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas di Desa Kintap sehingga kasus ini dilaporkan. Kami ambilalih kasus ini dari Pilek Kintap, karena Polres Tanahlaut punya unit khusus perlindungan perempuan dan anak," ujarnya.(Banjarmasin Post/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help