BanjarmasinPost/

Menag: Masjid Penjaga Kualitas Keislaman Umat dan Keindonesiaan

Keberadaan masjid memiliki fungsi strategis, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas pemahaman Tapi sekaligus menjaga dan memelihara keindonesiaan.

Menag: Masjid Penjaga Kualitas Keislaman Umat dan Keindonesiaan
kemenag.go.id/sandi
Masjid Baiturrahim Sukabumi yang diresmikan oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SUKABUMI - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa masjid mempunyai peran yang sangat strategis. Tidak hanya dalam meningkatkan kualitas keimanan dan pemahaman keislaman umat, masjid juga berperan strategis dalam menjaga keindonesiaan masyarakat.

Menurut Lukman Hakim Saifuddin, seperti dikutip dari situs www.kemenag.go.id, keberadaan masjid memiliki fungsi strategis, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas pemahaman.

"Tapi sekaligus menjaga dan memelihara keindonesiaan kita sebagai negara dan bangsa besar yang dikenal religious," tegasnya, saat meresmikan Masjid Baitur Rahim Baros, Sukabumi, Jumat (09/12).

Oleh karena mempunyai peran strategis dalam menjaga kehidupan keagamaan, maka tantangan yang harus dihadapi para pengurus masjid juga akan semakin kompleks. Apalagi, masjid juga ikut bertanggung jawab dalam menyiapkan generasi Islam mendatang yang lebih baik.

Memakmurkan masjid hakikatnya memakmurkan masyarakat. Takmir masjid harus betul-betul dapat membuat program yang bermanfaat bagi masyarakat kita, kata Menag.

Menag berharap, keberadaan masjid baru ini dapat memberikan manfaat secara luas kepada masyarakat sehingga mereka merasa senang dan bahagia. Menurutnya, program pendidikan, pengajian, majelis taklim yang dikembangkan harus bisa menjadi sarana dakwah yang sampai pada substansi ajaran agama Islam, tidak sekedar pada kulitnya saja.

Dengan demikian, sebagai tempat shalat dan beribadah, Masjid Baiturrahim diharapkan dapat mengantarkan masyarakat pada kondisi yang sama-sama berkomitmen untuk menjauhkan diri dari perbuatan keji dan munkar.

"Membangun masjid adalah prestasi dan bentuk dedikasi yang patut diapresiasi. Tapi menjaga masjid agar fungsinya tetap bisa dirasakan adalah bagian yang tidak kalah pentingnya. Semoga kita mampu menjaga sehingga masyarakat mendapat manfaat dari kehadiran masjid ini," tandasnya.

Kepala Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baiturrahim dalam sambutannya menjelaskan, rencana membangun Masjid Raya Baiturrahim Sukabumi sudah muncul sejak 1999 atas inisiatif keluarga besar Hj Kusmiyati. Namun, rencana itu baru mulai terealisasi pada September 2014, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Jabar.

"Hari ini, masjid tersebut diresmikan Menag Lukman Hakim Saifuddin," ujarnya.

Terhitung 2014, masjid ini dibangun selama lebih dari 3 tahun, dari mulai pengurusan administrasi dan perizinan, sampai pembangunan fisik. Luas Masjid Raya Baiturrahim mencapai 2.500 M2. Dengan bangunan dua lantai, masjid ini mampu menampung 3.000 jemaah. (*)

Penulis: Elpianur Achmad
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help