BanjarmasinPost/

Pertajam Cinta dengan Banyak Berselawat

RABIUL Awal, bulan dalam penanggalan hijriah dikenal sebagai momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah

Pertajam Cinta dengan Banyak Berselawat
BPost cetak
Nasrullah AR 

RABIUL Awal, bulan dalam penanggalan hijriah dikenal sebagai momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah beberapa hari kita masuki. Di masjid-masjid, musala, langgar bahkan rumah warga ramai digelar peringatan yang ditandai dengan ceramah seputar peristiwa kelahiran nabi akhir zaman itu hingga perjuangannya mensyiarkan Islam.

Pada bulan dinanti-nanti muslimin ini, seperti apa amalan zikir dan doa yang baik untuk kita laksanakan?

Untuk mengetahuinya, berikut penjelasan sekaligus pengalaman dari pengurus Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, ustadz H Nasrullah MHum:

Kita kembali berada di Rabiul Awal atau Bulan Maulid, dimana masyarakat kita menyambutnya dengan berbagai peringatan. Pendapat Anda?

Begini, secara khusus mengenai peringatan Maulid Nabi ini memang tidak ada disebut dalam Alquran maupun hadis, tetapi sebuah tradisi yang menurut saya positif untuk membangun rasa kecintaan umat Islam sekarang.

Kita ini kan hidup dalam rentang yang sangat jauh dari masa kehidupan Rasulullah. Jadi semakin sering kita mengingat Nabi semakin sering kita mempelajari sejarah perjuangannya, maka akan lebih banyak bertambah pengetahuan kita tentang Rasulullah SAW. Dari situ akan lebih tumbuh lagi kecintaan kita.

Menurut saya menanamkan nilai kecintaan ini yang sangat penting. Doa atau zikir apa yang sebaiknya kita kerjakan di bulan ini?

Karena peringatan Maulid Nabi itu sebagai ungkapan rasa senang kita umat Islam atas kelahiran Rasul Allah, maka itu bisa dengan fi rman Allah SWT; Innallaaha wa malaikatahu yushalluna ‘alan nabi yaa ayyuhalladzi naamanu shallu’alahi wa sallimu taslima (Sesungguhnya Allah dan malaikatnya berselawat atas nabi, hai orang yang beriman berselawatlah).

Jadi, memperbanyak selawat kepada Rasulullah adalah sangat baik. Bahkan dijadikan amalan dalam kehidupan di luar bulan ini juga tetap sangat relevan. Selawat ini sebagai ucapan salam penghormatan kita kepada Rasulullah.

Itulah yang dilakukan muslimin setiap acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW baik di masjid maupun rumah-rumah.

Momentum maulid ini, apakah artinya selain untuk memperbanyak selawat kita kepada Rasulullah juga untuk mempertajam rasa senang dan cinta kita atas kelahiran Nabi?

Betul sekali, karena kita hidup dengan jarak waktu lebih 1.400 tahun dengan meninggalnya Nabi. Kalau tidak diingat-ingat terus, jangan-jangan kita jadi kurang mengenal beliau.

Itulah sebabnya, setiap acara peringatan Maulid Rasul ini selain diisi dengan selawat juga disampaikan
sejarah perjuangan beliau yang sangat berat dalam menjalankan syiar Islam. Sangat banyak tantangan, walau beliau sebagai utusan Allah SWT. Tantangan Nabi dalam melaksanakan syiar Islam sangat teramat berat.

Walau demikian, Nabi melaksanakannya dengan penuh keteladanan. Jadi, di momentum ini kita selain menerima segala apa yag diajarkan Nabi juga menjadikannya sebagai teladan kehidupan kita. (uum)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help