Dapat Nikmat Samawa Pun Ada Doanya

Keluarga sakinah, mawadah wa rahmah (samawa) menjadi idaman semua manusia, karena didalamnya terdapat keluarga yang tenang dengan keberkahan Allah SWT

Dapat Nikmat Samawa Pun Ada Doanya
BPost cetak
Dihyah Abdi 

KELUARGA sakinah, mawadah wa rahmah (samawa) menjadi idaman semua manusia, karena didalamnya terdapat keluarga yang tenang dengan keberkahan Allah SWT. Keluarga yang taat pada perintah agama serta mencintai RasulNya. Bagaimana bisa menghadirkan kecintaan beribadah dan kecintaan kepada Rasul dalam keluarga ini bisa diraih, di antaranya melalui doa dan amaliah, berikut wawancara dengan pengajar di Pondok Pesantren (Pontren) Al Mursyidul Amin, Gambut, Ustadz Dihyah Abdi:

Suasana keluarga samawa, taat beribadah dan kecintaan kepada Rasul itu diraih dengan usaha. Adakah doa khusus agar kita bisa meraih dan mempertahankan rasa cinta itu?

Tentu saja, keluarga samawa itu dampak dari ketakwaan kita kepada Allah dan RasulNya yang dimanifestasikan dengan ibadah dalam sepanjang kehidupan kita. Tidak mungkin berkah samawa hadir di antara lingkungan yang musyrik, misalnya. Itulah sebabnya untuk bisa meraih itu diperlukan keseriusan upaya meraih ketakwaan tadi.

Caranya, memang kita harus meminta bantuan kepada Allah, kita harus berdoa untuk bisa meraihnya. Ada banyak doa dan wirid yang baik untuk diamalkan seperti dalam kitab-kitab yang diajarkan para ulama.

Doa, zikir dan wirid menjadi bahasan khusus para ulama ketika berdakwah kepada umat, mengapa?

Amalan atau amaliah merupakan bagian dari doa dan zikir kemudian doa itu sendiri bagian dari ibadah. Tentu saja ibadah yang utama itu adalah salat fardhu (wajib), puasa Ramadan. Dan doa, zikir dan wirid adalah untuk menguatkan agar kita mampu mempertahankan dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT sebagai muslimin yang taat.

Kebanyakan para ulama besar masa lalu mempunyai wiridan sebagai amaliah mereka dalam keseharian. Seperti imam Abdullah Alhaddad, kumpulan wirid beliau beri nama Wirdullathif, Ratibul Haddad. Imam besar lainnya juga demikian. Kumpulan doa dan zikir inilah yang menjadi bagian dari ilmu agama yang diwariskan beliau kepada umat.

Dari kumpulan doa, wirid dan zikir ulama besar masa lalu itulah kemudian dijadikan buku yang diajarkan oleh ulama sekarang. Dalam kondisi seperti apa sebaiknya doa, zikir atau wirid itu diamalkan? Doa itu satu-satunya senjata muslimin di segala zaman dalam menghadapi segala persoalan hidup. Bukan hanya ketika kita menghadapi permasalahan hidup, tetapi ketika juga dalam nikmat dilimpahkan Allah. Doa, zikir dan wirid itu menyertai pelaksanaan ibadah fardhu kita.

Jika kita amalkan dan kita istiqamahkan, maka akan mendapatkan keberkahan-Nya dan akan membentuk menjadi muslim yang sejati. Insya Allah.

Satu doa yang yang bisa Anda bagikan?

Agar dalam kesempatan ini kita bisa berbagi doa, bisa saya ambilkan satu doa yang bisa kita jadikan amalan atau wirid dan doa agar Allah menjadikan iman kita bertambah kuat sehingga menjadi muslim sejati.

Allahumma a’athini iimaanan shaadiqan wayaqinan laisa ba’dahu kufrun warahmatan anaalu bihaa syarafa karaamatika fid dunyaa wal aakhirah. Artinya, Ya Allah, berikanlah aku keimanan yang sejati dan keyakinan yang tidak disusul oleh kekufuran, dan berilah aku rahmat untuk memperoleh kemuliaan karamahMu di dunia dan di akhirat.

Doa-doa ini bukan hanya baik diamalkan dalam momentum Maluid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga di hari-hari biasa. (uum)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help