Berita Hulu Sungai Selatan

Lima Rekan Muhdi Masih dalam Pelarian, Masuk DPO Kepolisian

Mahkamah Agung (MA) menguatkan putusan PT Banjarmasin yang telah menvonis hukuman mati terhadap Muhdi salah satu dari kawanan pembunuh sadis terhadap

Lima Rekan Muhdi Masih dalam Pelarian, Masuk DPO Kepolisian
net
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mahkamah Agung (MA) menguatkan putusan PT Banjarmasin yang telah menvonis hukuman mati terhadap Muhdi salah satu dari kawanan pembunuh sadis terhadap Marsiah dan Akhmad Saudi, Akhmad Hibni dan Abdul Liannor di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), pada 2015 lalu.

Ternyata hingga kini petugas Polres Hulu Sungai Selatan masih melakukan pengejaran terhadap rekan-rekan Muhdi yang turut melakukan aksi pembuhanan sadis ini ini.

"Lima orang masih dalam pencarian anggota kita dan masuk dalam DPO," ucap Wakapolres HSS Kompol Wildan Albert.

Kelimanya yakni Har, Mar, Maj, Pan dan Mas,

Dikutip net, 30 Oktober 2015, jaksa menuntut Muhdi dengan hukuman mati.

Tapi apa nyana, Pengadilan Negeri (PN) Kandangan hanya menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup pada 23 November 2015.

Dengan ringannya hukuman itu, hukuman Muhdi dikoreksi oleh Pengadilan Tinggi Banjarmasin pada 28 Januari 2016. Majelis tinggi menjatuhkan hukuman mati kepada Muhdi.

Muhdi pun kemudian mengajukan Kasasi.

"Menolak permohonan Kasasi dari pemohon kasasi Muhdi alias Masadi alias Abah Wahyu," kata majelis sebagaimana dilansir website MA, Selasa (2/1/2017).

Duduk sebagai ketua majelis yaitu hakim agung Andi Abu Ayyub Saleh dengan anggota Margono dan Wahidin. Majelis kasasi sepakat hukuman yang setimpal terhadap Muhdi adalah hukuman mati.

"Perbuatan terdakwa dan kawan-kawan sangat keji, tidak bermoral, dan tidak berperikemanusiaan. Menghilangkan nyawa sekaligus 4 orang yang tidak bersalah. Bahkan korban masih sangat muda. Muhdi juga ikut menyetubuhi korban wanita secara bergiliran sebelum dibunuh secara sadis," putus majelis dalam sidang yang tidak dihadiri Muhdi dan jaksa pada 27 April 2016. (*)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved