NEWS VIDEO

Keluarga Korban Pembunuhan di Loksado Puas Muhdi Dijatuhi Hukuman Mati

Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi dari Muhdi alias Masadi alias Abah Wahyu, satu dari tujuh pembantai 4 pedagang gaharu di Loksado, HSS>

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - MESKI sudah dua tahun berlalu, Linda Sari (30) warga Kompleks Kartika, Indah Lestari, Handil Bhakti, Batola, tidak bisa menyembunyikan rasa pedihnya keluarga dibunuh secara sadis oleh Muhdi cs.

"Saya teringat kebaikan kakak karena sempat satu bulan di Ampah. Saya dirawat oleh kakak saya karena diguna guna dan diobati secara tradisional di sana. Dan ketika kakak saya dibunuh secara sadis, saya rasa sudah sepantasnya pelakunya dihukum mati", kata Linda Sari saat ditemui di rumahnya kompleks kartika, Indah Lestari, Handil Bakti, Batola, Rabu (4/1/2017).

Dia pun mulai bercerita bahwa soal awal dia dikabari kakak tertuanya hilang mulai syok.

"Semula dapat kabar dari ipar kalau kakak nomornya tidak bisa dihubungi no telponnya. Lalu saya minta bantuan saya untuk mencari dan lapor ke polisi di Loksado. Lalu empat hari kemudian ada informasi ditemukan mayat di kebun karet. Ketika itu saya tambah syok mendengarnya," cerita dia.

Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi dari Muhdi alias Masadi alias Abah Wahyu, satu dari tujuh pembantai 4 pedagang gaharu di Loksado, HSS pada 2015

Muhdi dan rekannya merampok, membunuh empat korban dengan sadis. Bahkan satu dari korban diperkosa

Vonis PN Kandangan untuk Muhdi hanya seumur hidup. Namun, saat di PT Banjarmasin, hukuman Muhdi diubah jadi hukuman mati.Sedangkan di MA Muhdi ditetapkan dihukum mati.(Banjarmasin Post/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved