Serambi Ummah

Lima Pesan Rasulullah sebagai Resolusi Umat 2017

Inilah resolusi yang ditawarkan tatkala muslimin masih dalam suasana momentum Maulid Rasul.

Lima Pesan Rasulullah sebagai Resolusi Umat 2017
Serambiummah.com

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penghujung Bulan Rabiul Awal 1438 H, bertepatan hari Jumat 30 Desember 2016. Dan, dua hari memasuki Rabiul Akhir berati umat manusia berada di awal 2017.

Inilah resolusi yang ditawarkan tatkala muslimin masih dalam suasana momentum Maulid Rasul.

Gema Maulid Nabi Muhammad SAW masih terdengar di masjid , surau dan rumah-rumah penduduk yang menyelenggarakan peringatan ini. Bulan Rabiul Awal atau dikenal sebagai bulan maulid (kelahiran) Rasulullah, masih tersisa satu hari lagi. Jumat 30 Desember 2016 hari ini, Rabiul Awal 1438 H akan meninggalkan kita.

Lusa, dunia akan memasuki tahun baru 2017 yang biasanya ditandai pesta pora mulai dari aneka hiburan jalanan, pesta makanan hingga penembakan kembang api ke langit di gelapnya malam.

Tradisi pesta yang oleh kalangan ulama selalu diingatkan, jangan sampai larut dalam kegembiraan berlebihan hingga bermaksiat itu, kali ini akan menyapa umat khususnya muslimin tatkala mereka baru saja mengakhiri peringatan Maulid Nabi Muhammad, Rasul yang tidak pernah mengajarkan umatnya untuk menjadikan pergantian tahun sebagai tradisi, apalagi pesta pora.

“Tidak ada dalam Islam peringatan pergantian tahun itu, apalagi dengan cara yang mubazir,” ujar ulama yang juga akademisi Prof H Karyono Ibnu Ahmad.

Bukan hanya kalangan ulama yang tak merestui pesta tahun baru, kalangan muda pun sebenarnya banyak yang nuraninya menolak tradisi pesta ini. Namun apa daya lingkungan masyarakat dan dunia sudah menjejali mereka untuk berada di suasana pesta duniawi ini.

“Sebenarnya yang paling tepat adalah menyikapinya dengan tekat setiap perpindahan waktu atau tahun harus lebih baik. Prinsip yang diajarkan Islam adalah hari esok harus lebih baik dari hari ini,” ujar M Ilham Masykuri Hamdi, ulama di Banjarmasin

Apalagi, ujar Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalsel ini, umat Islam baru saja mengakhiri Rabiul Awal yang menjadi momentum peringatan maulid Nabi Mauhammad SAW, sepatutnya yang lebih menonjol tersisa dalam jiwa muslimin itu adalah mengaktualisasikan lebih lagi ajaran-ajaran Rasulullah.

Rahmatan lil Alamin
Karena masih dalam semangat Maulid Rasul, menurut Ilham Masykuri, sudah seharusnya muslimin lebih mendalami tentang ajarn Islan yang disampaikan Rasulullah. Buat apa kita selama sebulan mengumandangkan pujian dan kecintaan kepada Rasul kalau ajarannya disepelekan, apalagi ditinggalkan.

Waktu sebulan, menurutnya, adalah sangat cukup bagi muslimin untuk memperdalam ajaran-ajaran Islam, karena momentum itu datangnya setiap tahun.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help