Banjarmasin Post Edisi Cetak

Hebat, Anak Lampihong Presentasikan Emisi Karbon Hutan Rakyat di Korsel

Semua jenjang pendidikan hingga tingkat atas dihabiskan Sa’adah di Desa Lampihong, Balangan, Kalimantan Selatan.

Hebat, Anak Lampihong Presentasikan Emisi Karbon Hutan Rakyat di Korsel
banjarmasinpost.co.id
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Jumat (6/1/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Sebagai anak desa, Khatimatus Sa’adah (21) tak pernah berpikir muluk. Tugasnya adalah belajar di sekolah dan membantu ibu di rumah.

Semua jenjang pendidikan hingga tingkat atas dihabiskan Sa’adah di Desa Lampihong, Balangan, Kalimantan Selatan.

Itu sebabnya keluar dari kampung untuk menimba ilmu menjadi hal musykil baginya. Terlebih, Sa’adah adalah bungsu dari 7 bersaudara. Sa’adah pun tipe anak yang tidak betah berlama-lama jauh dari rumah.

Tapi semua itu berubah. Bermula Sa’adah dinyatakan lolos seleksi penerima Beasiswa Utusan Daerah (BUD) Adaro tahun 2013 lalu.

Dari sinilah ritme kehidupan pendidikannya berubah. Sa’adah dikirim kuliah ke IPB dengan biaya dari Adaro. Dan takdir pun memilihnya untuk hadir ke Korea Selatan pada Februari 2017.

Sa’adah, mahasiswi Manajemen Hutan Institut Pertanian Bogor (IPB) mendapat undangan pergi ke Korea Selatan pada 7-9 Februari nanti.

Dia diundang untuk mempresentasikan hasil penelitian ilmiahnya di konferensi internasional. Sebagai anak bungsu dari 7 bersaudara, dia merasa segan meninggalkan orangtuanya dalam waktu yang lama.

“Dalam bayangan saya waktu itu, anak bungsu harusnya menemani orangtua di rumah karena kakak-kakak saya sudah berkeluarga,” kenang Sa’adah ditemui di rumahnya di Lampihong, belum lama tadi.

Untunglah, orangtuanya mendukung sepenuh hati keputusan perempuan kelahiran Tampang, 11 November 1995 ini kuliah di IPB. Apalagi, salah satu kakak Sa’adah sudah lebih dulu kuliah di IPB lewat bantuan BUD Adaro di tahun sebelumnya. “Pesan orangtua saya cuma dua, belajar yang rajin dan jangan lupa ibadah,” ucapnya.

Di kampus, Sa’adah cepat beradaptasi. Kegemarannya mengasah ide disalurkannya dalam berbagai organisasi. “Waktu SMA saya sangat study-oriented. Baru saat kuliah saya menyadari asyiknya berorganisasi,” aku Sa’adah.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved