Serambi Ummah

Ini 10 Ciri Ajaran Sesat, Waspada, Sasarannya Umat Islam

Ketua Bidang Dakwah MUI Kalsel, Dr H Sukarni mengakui masih eksisnya ajaran-ajaran penyimpang yang tumbuh di tengah-tengah muslimin Tanah Air.

Ini 10 Ciri Ajaran Sesat, Waspada, Sasarannya Umat Islam
Serambiummah.com
Halaman 1 Serambi Ummah Edisi Jumat (6/1/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ketua Bidang Dakwah MUI Kalsel, Dr H Sukarni mengakui masih eksisnya ajaran-ajaran penyimpang yang tumbuh di tengah-tengah muslimin Tanah Air. Bahkan, rata-rata membawa ‘bendera Islam’ dan sasarannya tentu saja umat Islam.

“Aliran sesat atau menyimpang ini harus kita pahami sebagai gejala rendahnya pemahaman agama di kalangan korbannya,” ujar Sukarni yang juga akademisi dari IAIN Antasari ini.

Tentu saja, menurutnya, kondisi seperti ini tidak bisa didiamkan karena berbahaya, yaitu akan bisa menyeret pengikutnya menjadi orang yang ingkar kepada ajaran Islam yang sesungguhnya, secara berkepanjangan. Mereka akan menjadi korban ajaran sesat.

Diakuinya, untuk menyelamatkan muslimin yang menjadi pengikut ajaran sesat, adalah menjadi tanggung jawab bersama.

“Ini menjadi tanggungjawab pemuka agama, lembaga pendidikan juga para da’i atau ulama, dan itu sudah dan terus kita lakukan” ujar Sukarni.

MUI Kalsel, ujarnya, baik secara kelembagaan sebagai majelisnya para ulama maupun secara pribadi ulama dan da’inya, tiada henti melakukan pembinaan terhadap umat ini melalui dakwah-dakwah mereka.

“Kalau secara kelembagaan MUI Pusat secara responsif sudah mengeluarkan fatwa tentang indikator aliran sesat. Ini sangat penting dan memudahkan bagi umat untuk mengetahui atau mengklasifikasikan suatu ajaran yang membawa bendera Islam, apakah ajaran itu sesat atau baik,” jelas dia.

Satu poin dari sepuluh indikator sesat itu, menurutnya, adalah bila ada ajaran yang menyatakan sang pemimpin atau gurunya sudah menerima wahyu setelah Alquran maka jelas itu ajaran sesat.

“Kan sudah jelas dalam Islam wahyu terakhir itu adalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW, kalau kemudian ada yang mengaku-ngaku mendapat wahyu apalagi mengaku nabi, jelas kesesatannya,” katanya lagi.

Untuk itu, Sukarni tetap mengingatkan kepada umat agar senantiasa berhati-hati dalam mengikuti sebuah ajaran yang tidak sesuai tuntunan Alquran dan Sunnah Rasul. (uum)

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help