Seputar Banjarmasin

Terungkap Dana KPU Tapin Dimasukan ke Rekening Pribadi Lalu Digunakan untuk Kepentingan Ini

Pada sidang dengan materi mendengarkan saksi ini jaksa mengajukan saksi mantan Seketaris KPU Asraji Ajidin.

Terungkap Dana KPU Tapin Dimasukan ke Rekening Pribadi Lalu Digunakan untuk Kepentingan Ini
banjarmasinpost.co.id/ibrahim ashabirin
Sejumlah anggota kepolisian melakukan penjagaan di sekitar gudang logistik KPU Tapin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sidang dugaan korupsi dengan terdakwa mantan bendaharawan KPU Kabupaten Tapin, Jamilah kembali digelar di PN Tipikor Banjarmasin.

Pada sidang dengan materi mendengarkan saksi ini jaksa mengajukan saksi mantan Seketaris KPU Asraji Ajidin.

Sekedar diketahui, mantan sekretaris KPU Tapin yang kini sudah menjadi terpidana dalam kasus yang sama dan telah divonis.

Pada sidang ini majelis hakim yang dipimpin hakim Femina. Dalam kesaksiannya, saksi mengaku kalau dana KPU digunakan untuk keperluan di luar kegiatan KPU dan dana yang diambilnya tersebut dimasukan ke rekening pribadinya di BRI Rantau.

Hal senada juga diungkapkan saksi Abd Karim mantan Plt Ketua KPU Tapin. Menurutnya kalau dana KPU hibah KPU tersebut dialihkan oleh sekretaris KPU ke rekening pribadi.

Walaupun dana KPU tersebut disalahkangunakan oleh sekretaris KPU, tetapi kegiatan KPU dalam pilkda Gubernur tahun 2015 tersebut tetap jalan, dengan dana talangan dari Pemprov dan Kabupaten.

Asraji juga dalam persidiangan tersebut mengakui kala dana yang di selewengkannya tersebut digunakan untuk diganda dengan orang asing yang berada di Jakarta, tetapi ternyata itu tipuan.

Menurut dakwaan yang disampaikan JPU dihadapan majelis hakim yang dipimpin hakim Femina Mestikawati, terdakwa bersama terpidana Sekretaris KPU telah melakukan telah melakukan penyimpangan dana hibah dari pemerintah Provinis Kalsel.

Menurut JPU penyimpangan anggaran KPU tersebut terdakwa bersama sekretaris selaku Kuasa Penguna Anggaran (KPA) berakibat terdapat unsur kerugian negara mencapai Rp2.150.000.000.

Pada tahun 2015 KPU Tapin yang akan menyelengarakan pemilihan Gubernur dan Wakilnya ditahun 2015 mendapat hibah dari Provinsi Kalsel dana sebesar Rp7.352.757.000 yang pembayaran dilakukan bertahap sebanyak tiga kali.

Tahap pertama pada bulan Juni 2015 sebsar Rp2.352.882.000 tahan kedua bulan Agustus sebesar Rp2.941.102.800 dan tahap tiga bulan Oktober sebesar Rp2.058.772.200, semuanya melewati Bank Kalsel Cabang Rantau.

Dana tersebut digunakan untuk membayar honor petugas sebesar Rp5.141.500.000 dan untuk pengadaan barang dan jasa sebesar Rp2.211.257.000.

Dalam melakukan penyimpangannya terdakwa bersama sekretaris yang mengambil uang di Bank Kalsel, bukannya digunakan sesuai dengan kebutuhan, juga digunakan kepentingan pribadi sekretaris.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved