Banjarmasin Post Edisi Cetak

Warga Belitung Darat Terpaksa Berburu Gas Elpiji 3 Kg ke Wilayah Lain

Surmani (32), warga Belitung, Banjarmasin Barat, ini terpaksa mencari gas 3 kilogram jauh dari kediamannya di Banjarmasin Tengah.

Warga Belitung Darat Terpaksa Berburu Gas Elpiji 3 Kg ke Wilayah Lain
banjarmasinpost.co.id
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Jumat (6/1/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram juga dirasakan sebagian besar warga Banjarmasin. Surmani (32), warga Belitung, Banjarmasin Barat, ini terpaksa mencari gas 3 kilogram jauh dari kediamannya di Banjarmasin Tengah.

“Itu pun saya harus mengaprah selama satu minggu baru ada,” tuturnya.

Dari informasi di pangkalan, pengiriman gas tiga kilogram memang tersendat. Seperti kata Budiansyah, pemilik toko Budi di Jalan Cendrawasih No 1 Banjarmasin Barat, ratusan tabung gas tiga kilogram tersusun rapi digudang miliknya. “Namun itu isi gasnya tidak ada,” ungkapnya.

Meski gas elpiji tiga kilogram sulit, namun Budiansyah tidak menjual dengan harga di atas ketentuan. Budi tetap menjual dengan harga Rp 18.000 sementara dia beli dari agen Rp 14.750 per tabung gas. “Kalau saya jual lebih dari Rp 18 ribu takut akan dicabut izinnya,” aku Budiansyah.

Dia mengakui beli ke agen satu kali amprah sebanyak 250 tabung gas 3 kilogram. “Cuma datangnya setengah bulan sekali. Lambat,” imbuhnya.

Namun pangkalan gas elpiji di SPBU Sabilal Muhtadin masih tersedia tabung gas. Menurut Arlin, pengawas SPBU Sabilal Muhtadin, pengiriman di kota lancar saja.

“Bahkan hari ini dikirim 50 tabung. Tidak ada terlambat dan tidak langka, lancar saja di tempat kami,” ucapnya.

Dia menjual gas elpiji kepada warga Rp 17.500 sesuai harga eceran tertinggi.

Namun tidak bagi Utami, warga Komplek Griya Permata Handil ,Bakti Barito Kuala. Dia terpaksa harus membeli gas ukuran 3 kg dengan harga Rp 25 ribu.

“Saya beli pas hari Minggu Susah mau masak, soalnya gas di warung kosong semua,” tuturnya.

Lily Dwiyanti, Kabag Ekonomi Setdako Banjarmasin mengaku pihaknya sudah mendengar perihal langkanya gas melon tersebut. Dia mengaku pihaknya belum melakukan pengecekan di agen maupun pengecer. “Kami akan segera cek ke agen dan Pertamina. Yang jelas masyarakat jangan panik dulu,” kata dia. (*)

Baca Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Jumat (6/1/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved