Serambi Ummah

Waspada, Api Ajaran Sesat Belum Padam Total

Semangat penggerak aliran menyimpang, seolah tak kunjung padam untuk menggoda muslimin Tanah Air.Sasarannya kalangan dhaif syariat.

Waspada, Api Ajaran Sesat Belum Padam Total
Serambiummah.com
Halaman 1 Serambi Ummah Edisi Jumat (6/1/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Semangat penggerak aliran menyimpang, seolah tak kunjung padam untuk menggoda muslimin Tanah Air. Sasarannya kalangan dhaif syariat, apalagi ajaran sesat itu selalu dikemas mengatasnamakan Islam.

Adalah ajaran ‘kerajaan tuhan’ alias Lia Eden yang sempat mencuat belasan tahun, walau kemudian berbuntut pada dipenjarakannya sang bos Lia Eden, dakwaan penistaan agama Islam, satu dari sekian untuk disebutkan. Hingga kini masih belum mati gerakannya.

Begitu pula Gafatar yang menghebohkan Indonesia dua tahun lalu, walau sudah resmi dibubarkan namu diyakini ‘ruh’ nya masih belum tuntas padam. Bahkan di Banua, ajaran ‘tamat sembahyang’ yang pernah dipopulerkan oleh Abdullah Terang, puluhan tahun lalu dan dinyatakan terlarang, percikan ajaran itu masih menyala di beberapa tampat di Kalsel.

“Padahal ibadah, apalagi yang utama seperti salat, selama hayat masih dikandung badan muslimin tidak ada kata khatam,” ujar Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel Dr H Akhmad Sagir.

Dalam lembaran yang dikeluarkan MUI Pusat pada 6 November 2007, disebutkan ada sejumlah ajaran yang berkembang di Indonesia dan dinyatakan sesat, seperti Islam Ahmadiyah yang mempercayai Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW, Syiah yang mengubah enam rukun iman menjadi hanya lima rukun dan Islam Jamaah. (uum)

Serambi Ummah
Serambi Ummah Edisi Jumat (6/1/2017)
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help