Berita Jakarta

20 Wanita Penghibur Bernegara Asing di Jakarta Barat Terjaring Razia

Sering kali berkeliaran dan menghibur pria hidung belang di berbagai tempat hiburan dan kost-kostan para wanita penghibur‎

20 Wanita Penghibur Bernegara Asing di Jakarta Barat Terjaring Razia
warta kota
Sejumlah wanita penghibur di Kawasan Jakarta Barat yang terjaring pihak Kantor Keimigrasian Jakarta Barat, pada Jumat-Sabtu (6-7/1/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 20 wanita penghibur di Kawasan Jakarta Barat terjaring pihak Kantor Keimigrasian Jakarta Barat, pada Jumat-Sabtu (6-7/1/2017).

Sering kali berkeliaran dan menghibur pria hidung belang di berbagai tempat hiburan dan kost-kostan para wanita penghibur‎ ini rata-rata berkewarganegaraan asing.

"Jadi ada 20 wanita berkewarganeraan asing yang dimana mereka merupaka para tenaga kerja asing (TKA), diketahui juga mereka dipekerjakan sebagai pemandu lagu, pemijat dan pelayanan dalam hal sex, kemudian penari striptis. 20 wanita penghibur ini kami jaring mulai Jumat hingga Sabtu ini," kata Kepala Seksi (Kasi) Penindakan dan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Jakbar, Benget Steven.

Dijelaskan Steven pihak imigrasi pada Jumat sampai Sabtu dini hari, melakukan penyisiran di beberapa tempat sering didatangi pria hidung belang.

Dipaparkan Steven, tempat hiburan malam di wilayah Jakarta Barat yang disisir, antara lain1001 Colleseum, Grand Paragon, Crown, Newton, dan Lokasari, serta beberapa tempat hiburan malam lainnya.

"Kami Imigrasi juga menyisir tempat kos-kosan di Mangga Besar.‎ Dari hasil operasi dari empat tempat, kos-kosan dan tiga tempat hiburan malam itu didapati 20 Warga Negara Asing (WNA). Sebanyak 15 WNA Vietnam, 2 WNA Tiongkok dan 3 WNA Thailand. Di tempat hiburan itu atau kost-kostan kami sisir dan kami itu dapatkan mereka, ada yang tengah melayani kosumennya dan ada juga yang berjalan kaki hendak berangkat kerja di tempat hiburan malam. Langsung kami amankan saat itu," ungkapnya.

Dikatakan Steven, para TKA yang diamankan di kos-kosan, pihaknya belum mengetahui pekerjaan pasti dan didalami sampai saat ini atas kasus tersebut.

Sementara itu, dilanjut Steven, para TKA yang terjaring di tempat hiburan malam, sudah jelas akan pekerjaannya.

"Baik pemandu lagu hingga prostitusi juga.‎ Rata-rata, usia mereka relatif muda, yakni 19 hingga 35 tahun. Sementara itu tarif para WNA di tempat hiburan malam dimulai Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta ke atas. Selain itu, sebelum dilakukan penangkapan para TKA ini, tim kami lebih dulu memantau kos-kosan, karaoke, diskotek, dan tempat lainnya. Pantau, kami lakukan itu selama seminggu, sampai informasi yang kami dapat betul-betul akurat," ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya sengaja melakukan penyisiran di sejumlah hunian ataupun kos-kosan. Dilakukan agar tidak mudah bocor terkait kegiatan yang dilakukan.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved