Family

Kata Dokter Anak Ini: "Pesan Rasul, Ajarilah Anak-anakmu Berenang, Memanah dan Menunggang Kuda”

‎Beberapa orang tua berpikir bahwa jika anak mereka diajarkan seni bela diri, mereka akan menggunakannya untuk kepentingan diri sendiri dan menjadi p

Kata Dokter Anak Ini:
banjarmasinpost.co.id/khairil rahim
Aulia Ramadan Supit

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - ‎Beberapa orang tua berpikir bahwa jika anak mereka diajarkan seni bela diri, mereka akan menggunakannya untuk kepentingan diri sendiri dan menjadi pengganggu atau menjadi nakal.

Sebenarnya seni bela diri untuk anak-anak ini sangat berbeda dari apa yang Anda pikirkan.

Seni bela diri dapat meningkatkan disiplin, koordinasi dan dapat meningkatkan rasa percaya diri anak Anda.

Dokter anak, Aulia Ramadan Supit, mengatakan‎ mendengar kata “beladiri”, boleh jadi yang terbayang di benak orang tua adalah kekerasan yang melibatkan adu fisik. Tak heran jika banyak orang tua “alergi” terhadap cabang olahraga yang satu ini.

Jangankan untuk si kecil yang baru masuk sekolah dasar, anaknya yang sudah besar pun kalau bisa akan dicegah agar jangan sampai belajar beladiri apalagi masuk kedalam klub beladiri.

"Nah, bila di sekolah anak kita ada kegiatan tersebut, bukan tak mungkin ia akan ngotot ikut. Sementara kita khawatir kesayangan kita bakal cedera atau malah kelak jadi tukang berantem," ujar dokter yang juga anggota DPRD Banjarmasin ini.

Jadi beladiri bukan berintikan pada kekerasan. Selain itu, saat belajar beladiri kita melatih tingkat kewaspadaan, kemampuan menganalisa situasi dan menyusun strategi saat keadaan tidak menguntungkan.

"Dalam Agama Islam, Rasulullah SAW bersabda: “Ajarilah anak-anakmu berenang, memanah dan menunggang kuda”. (H.R bukhari muslim)," kata pria yang sedang menjalani ibadah umrah ini.

Tiga hal yang diperintahkan itu adalah pelajaran ketangkasan fisik. Jadi bukan cuma aspek kognitif yang perlu diasah dari anak. Di era sekarang ini, tentu saja bukan memanah lagi yang menjadi ketrampilan survival tapi bagaimana membela diri yang baik bisa menjadi acuan pengganti.

Anak anak diajarkan tentang hidup dan bagaimana menjalaninya harus sejak dini. Anak diatas usia empat tahun perlu diajarkan mengenal dan mempunyai keterampilan sendiri untuk menghadapi bahaya yang disebut knowledge of sense of awareness atau pengetahuan tentang kesadaran.

Meski kita tak mengharapkan si kecil menghadapi keadaan bahaya, tapi penanaman sikap waspada bisa membantunya merasakan hal-hal yang perlu diwaspadai atau mengundang bahaya.

Di atas empat tahun, mereka harus mulai melatih kekuatan dan kemampuan untuk bertahan dan tahu akan bahaya.

Mereka harus memiliki kemampuan dan keahlian untuk menghadapi ketidak nyamanan, gangguan, ancaman serta bahaya. Anak anak harus melatih tingkat peduli pada lingkungan serta kewaspadaan sejak dini. (*)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved