Berita Regional

Awas! Nyamuk Hijau Serbu Permukiman Warga, Purwati: "Juga Menempel di Makanan"

Fenomena tersebut terjadi sejak November 2016 lalu. Nyamuk-nyamuk tersebut menempel di dinding rumah warga baik di bagian luar rumah

Awas! Nyamuk Hijau Serbu Permukiman Warga, Purwati:
kompas.com
Nyamuk hijau banyak ditemukan di Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari Banyuwangi dan sudah berlangsung selama tiga bulan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANYUWANGI - Aktivitas warga Dusun Blokgagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, terganggu dengan fenomena munculnya nyamuk hijau di tempat tinggal mereka.

Fenomena tersebut terjadi sejak November 2016 lalu. Nyamuk-nyamuk tersebut menempel di dinding rumah warga baik di bagian luar rumah dan bagian dalam.

"Nyamuknya kadang-kadang juga nempel di makanan, memang tidak digigit tapi cukup mengganggu. Kalau nempel di kulit gatal," ujar Purwati, warga Desa Karangdorio, Senin (9/1/2016).

Dia lalu menunjukkan dinding rumah bagian luar yang dipenuhi dengan nyamuk yang berwarna hijau. Menurut Purwati, dia sudah menyemprot obat nyamuk namun dampaknya tidak terlihat.

Dia akhirnya memilih menyiram dinding dengan air karena jika terus disemprot dengan obat nyamuk, penghuni rumah bisa sesak nafas.

"Tapi ya enggak lama, sebentar saja nyamuknya datang lagi," keluh ibu empat anak tersebut.

Dia juga menunjukkan pohon pepaya yang dipenuhi dengan nyamuk dengan kondisi daun menguning dan kering. Menurut dia, selama enam tahun tinggal di Desa Karangdoro, baru sekali ini menemukan fenomena nyamuk hijau di tempat tinggalnya.

Bukan hanya menyerang rumah warga, ribuan nyamuk juga ditemukan di bangunan sekolah seperti di SDN 2 Karangdaro.

Syamsul Arifin, Kepala Sekolah SDN 2 Karangdoro, menceritakan bahwa sudah hampir tiga bulan dinding gedung sekolah tersebut dipenuhi dengan nyamuk hijau.

Menurut dia, pihak sekolah sudah melaporkan ke pihak puskesmas dan petugas kesehatan sudah melakukan kunjungan serta penyemprotan di sekolah dan rumah warga.

"Kata petugas kesehatan yang datang ke sekolah, nyamuknya tidak berbahaya dan tidak mengisap darah tetapi tanaman. Karena itu disebut nyamuk hijau. Tapi walaupun sudah disemprot beberapa kali, ya tetap ada," ucapnya.

Walaupun tidak menggigit, fenomena nyamuk tersebut dinilai mengganggu kegiatan belajar dan mengajar siswa.

"Anak-anak kurang konsentrasi saat belajar dan sering mengeluh banyaknya nyamuk. Terutama di kolong-kolong meja. Masih belum tahu solusinya seperti apa. Ya paling kami di semprot obat nyamuk," pungkasnya.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help