Banjarmasin Post Edisi Cetak

Jokowi Salahkan Ini yang Jadi Penyebab Melambungnya Harga Cabai

Kenaikan harga cabai yang melonjak tajam dikomentari Presiden Joko Widodo. Dia mengatakan kenaikan harga cabai rawit merah disebabkan cuaca dan musim

Jokowi Salahkan Ini yang Jadi Penyebab Melambungnya Harga Cabai

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kenaikan harga cabai yang melonjak tajam dikomentari Presiden Joko Widodo. Dia mengatakan kenaikan harga cabai rawit merah disebabkan cuaca dan musim yang buruk pada 2016.

“Yang namanya harga tergantung permintaan dan penawaran. Kadang musiman dan kedua karena 2016 jelek cabai,” kata Jokowi di Pasar Kanjen, Kabupaten Pekalongan, kemarin.

Menurutnya, harga komoditas yang fluktuatif bisa terjadi jika suplai terganggu akibat keadaan musim. Karena itu dia meminta masyarakat mensubstitusi jenis cabai untuk dikonsumsi selama suplai cabai rawit merah belum normal. “Yang cabai rawit merah 100 ribu. Cabai lain yang merah 50 (ribu), ijo 45-50 (ribu),” kata Presiden membandingkan harga cabai di Pasar Kajen. Selain itu, Jokowi menjelaskan Menteri Pertanian Amran Sulaiman tengah membagikan bibit cabai agar harga dapat terkendali di masa mendatang.

Menteri Pertanian telah mencanangkan Gerakan Nasional Penanaman 50 Juta Pohon Cabai di Pekarangan yang dipusatkan di Lapangan Tembak Divisi Infantri I Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat. Gerakan tersebut, katanya, sebagai upaya pemerintah untuk menggalakkan masyarakat menanam cabai sehingga saat harga cabai naik tidak perlu ada kekhawatiran.

Untuk menyukseskan gerakan menanam 50 juta pohon cabai tersebut, Kementan melibatkan ibu penggerak PKK Pusat dan daerah sehingga diharapkan bisa melakukan penanaman 20 batang di setiap rumah tangga.

Harga cabai merah atau cabai ‘jablay’ di sejumlah pasar di Kota Bogor masih terbilang tinggi.

Harga cabai jablay di Pasar Bogor saat ini mencapai Rp 120 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp 80 ribu.

Ketidakstabilan harga cabai jablay pun dikeluhkan sejumlah ibu rumah tangga. “Ya kalau yang buat masak sehari-hari mah kan ga perlu banyak-banyak belinya, paling satu ons atau seperempat juga cukup, tapi tetap aja jadi sedikit kuantitasnya, satu ons yang harganya Rp 15 ribu, cabai jablaynya paling dapat sekitar sepuluh sampai lima belas biji saja,” ujar Aninda (27).

Sementara itu Dadang, penjual cabai mengatakan bahwa, meski harga cabai jablay saat ini terbilang tinggi, pelanggangnya masih banyak yang tetap membelinya. “Ya mau gimana lagi kan mereka juga pasti butuh, jadi mau engga mau meskipun mahal juga pasti tetap dibeli, mulai dari yang beli satu ons sampai berkilo-kilo juga ada,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi meminta pemerintah melakukan intervensi terkait kenaikan harga cabai. “Tujuannya memberikan regulasi yang baik untuk menciptakan keseimbangan kepentingan produsen dan konsumen melalui ketersediaan, keterjangkauan, dan keamanan stok pangan,” kata Viva.

Selain itu, Viva menilai adanya kemungkinan praktik kartelisasi oleh kekuatan yang mampu mengontrol pasokan dan mengendalikan harga di pasar. (*)

Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved