Pelecut Oemar Bakri

Untuk memperoleh sertifikasi, seorang guru harus menjalani tes Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Dan, sebagai syarat untuk mengikuti tes PLP

Pelecut Oemar Bakri
BPost Cetak
Ilustrasi 

GURU-GURU di Indonesia, saat ini seakan berlomba memperoleh sertifikasi guru demi mendapat tunjangan tambahan untuk menambah kesejahteraan.

Untuk memperoleh sertifikasi, seorang guru harus menjalani tes Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Dan, sebagai syarat untuk mengikuti tes PLPG, seorang guru harus melalui Uji Kompetensi Guru (UKG).
Cukup mengejutkan, dari 1.200 guru di Kalsel yang mengikuti UKG 2015, sekitar 600 di antaranya tidak memenuhi standar alias tidak lulus.

Namun yang menarik, Kalsel menempati 10 besar terbaik dalam penyelenggaraan UKG tahun 2015. Nilai yang diraih Kalsel 53,15 atau di atas rata-rata nasional yakni 53,02. Tempat pertama diraih DI Yogyakarta dengan nilai 62,58.

UKG digelar untuk melihat peta kemampuan guru, kemampuan pedagogik. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik, yaitu kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Dari peta itu nanti lahir peningkatan keprofesian berkelanjutan (PKB).

Namun, bagi guru yang belum lulus UKG tidak perlu patah arang karena masih akan diberikan kesempatan untuk memperbaiki agar nantinya bisa mendapatkan sertifikasi yang berujung pada tunjangan sertifikasi.

Dosen ULM Banjarmasin, Moh Yamin mengatakan, berdasarkan beberapa penelitian, tidak ada korelasi yang terukur terhadap mutu peserta didik karena diajar oleh guru yang bersertifikasi.

Nah, dengan melihat hasil UKG 2015, bagi guru yang belum lulus hendaknya ‘berkaca’ dan melihat serta menyadari apa kekurangannya dalam menciptakan proses belajar dan mengajar yang dinamis dan berbuah positif untuk peningkatan kualitas anak didik.

Sudah seharusnya, hasil UKG tersebut menjadi bahan renungan para Oemar Bakri, khususnya yang belum lulus dan akan mengikuti UKG dan menjadi modal pelecut spirit untuk meningkatkan kemampuan pedagogiknya.

Namun yang paling utama., kemampuan pedagogik ini lebih penting daripada keprofesionalan yang didapat setelah memperoleh sertifikasi. Artinya, jangan sampai kemampuan pedagogik seorang guru lebih rendah dari keprofesionalan.

Jadi, jangan terlalu bernafsu mengejar sertifikasi jika merasa belum mampu menyampaikan ilmu agar diterima murid dengan baik.

Boleh berlomba-lomba mengejar sertifikasi demi mendapatkan tunjangan untuk meningkatkan kesejahteraan, tapi jangan sampai mengesampingkan tugas utama untuk meningkatkan kualitas anak didik.

Apakah tidak malu, ketika seorang guru yang telah memperoleh sertifikasi, tapi ternyata kualitas anak didiknya sangat rendah karena tak bisa menyerap ilmu dari sang guru. Tentu mutu dan keprofesional sang guru sudah sepantasnya dipertanyakan. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved