BanjarmasinPost/

Jendela Dunia

Usai Diancam Trump, Toyota Investasi Rp 132,9 Triliun di AS

Jim Lentz, North America Chief Executive Toyota mengatakan, investasi ini demi memenuhi permintaan dan meng-upgrade fasilitas pabrik

Usai Diancam Trump, Toyota Investasi Rp 132,9 Triliun di AS
Istimewa
Mesin Toyota Innova Diesel 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setelah muncul pernyataan bernada ancaman oleh presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, Toyota justru bereaksi positif. Produsen mobil terbesar di Jepang ini siap menambah investasi mencapai 10 miliar dolar AS atau Rp 132,9 triliun di AS, dalam lima tahun ke depan.

Mengutip Reuters, Selasa (10/1/2017, Jim Lentz, North America Chief Executive Toyota mengatakan, investasi ini demi memenuhi permintaan dan meng-upgrade fasilitas pabrik, untuk memproduksi kendaraan hemat bahan bakar lebih banyak.

Namun, Lentz menolak jika pernyataan investasi Toyota ini, sebagai jawaban atas tekanan yang diberikan oleh Trump. Dirinya menyampaikan, kalau ini bagian dari strategi bisnis Toyota untuk berinvestasi di Amerika Serikat, di mana saat ini sudah memiliki 10 pabrik di delapan negara bagian.

Dana Rp 132,9 triliun tersebut juga termasuk pembangunan markas baru Toyota di Texas. Lentz tidak ingin mengatakan kalau perluasan pabrik ini, akan meningkatkan lapangan kerja baru. Toyota saat ini sudah mempekerjakan 40.000 orang di Amerika Serikat, dan baru menambah 5.000 pekerja lagi dalam lima tahun terakhir.

Akio Toyoda, Presiden Toyota yang juga hadir pada pameran Detroit Auto Show mengumumkan rencana investasi perusahaan untuk fasilitas produksi, yang digunakan untuk membangun model andalan terbarunya Camry di Kentucky.

"Kami sangat berterima kasih kepada jutaan pelanggan, yang telah membuat Camry menjadi nomor dalam penjualan di Amerika selama 15 tahun terakhir," ujar Toyoda.

Sebelumnya, rencana Toyota untuk memproduksi Corolla, model paling laris untuk pasar Amerika, di Meksiko, mendapat ancaman dari Trump. Di mana sampai saat ini Toyota belum merespon pernyataan Trump tersebut.

Editor: Murhan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help