BanjarmasinPost/

Jendela Dunia

Kena Penyakit Ini, Netizen Bertanya Bagaimana Stephen Hawking Melakukan Seks dan Punya Anak?

ALS menyerang saraf motorik sehingga memengaruhi gerak tetapi tidak memengaruhi aliran darah ke penis yang menjadi sebab ereksi

Kena Penyakit Ini, Netizen Bertanya Bagaimana Stephen Hawking Melakukan Seks dan Punya Anak?
DAILYMAIL.CO.UK
Stephen Hawking dalam bentuk hologram tiga dimensi di Sydney Opera House. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pertanyaan yang tak jarang diajukan di berbagai forum online tentang Stephen Hawking adalah bagaimana fisikawan terkemuka itu bisa punya anak sementara tubuhnya mengalami penyakit saraf motorik?

Anda yang melihat film "The Theory of Everything" mungkin mendapat petunjuk. Intinya Amyothropic Lateral Sclerosis (ALS) tidak menyebabkan fungsi organ seksual tak bekerja.

ALS menyerang saraf motorik sehingga memengaruhi gerak tetapi tidak memengaruhi aliran darah ke penis yang menjadi sebab ereksi. Jadi, reproduksi tetap bisa dilakukan.

Namun, apa yang dialami Hawking dan penderita ALS lainnya jauh lebih kompleks dari yang dideskripsikan dalam film itu.

Menurut Reference.com, alah satu yang mendukung Hawking untuk memiliki anak adalah proses degenerasi saraf motorik akibat ALS yang berlangsung lambat.

Hawking didiagnosis ALS pada tahun 1963. Ia menikah pada tahun 1965 dan memiliki anak pertama pada 1967. Saat itu, bagian bawah tubuhnya masih bisa digerakkan.

Tahun-tahun berikutnya, fungsi gerak tubuh Hawking semakin menurun tetapi belum mengalami paralisis. Hawking masih bisa berhubungan seks hingga melahirkan anak ketiganya pada tahun 1979.

Saat ini, Hawking sudah lumpuh total. Ia hanya berkomunikasi dengan bantuan otot di pipinya. Jika Hawking langsung mengalami paralisis seperti sekarang, maka sulit baginya untuk bereproduksi.

Seks bagi Penderita ALS

Meksi tak langsung memengaruhi organ kelamin, ALS jelas memengaruhi aktivitas seksual. ALS membuat tubuh kesulitan bergerak sehingga seks kurang menyenangkan.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help