Berita Nasional

Ingat! Tembakau Gorila Masuk Daftar Narkotika Golongan Satu, Pengguna dan Pengedar Bisa Dipidana

Menurutnya, pengedar maupun pengguna tembakau ganja sintetis dapat terjerat pidana sesuai Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ingat! Tembakau Gorila Masuk Daftar Narkotika Golongan Satu, Pengguna dan Pengedar Bisa Dipidana
metroTV
Tembakau Gorila sebagai narkoba jenis baru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan bahwa tembakau gorila sudah masuk dalam daftar narkotika. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

Kepala Bagian Humas BNN Slamet Pribadi mengatakan, tembakau gorila sudah resmi narkotika mulai Kamis (12/1/2017) kemarin.

Menurutnya, pengedar maupun pengguna tembakau ganja sintetis dapat terjerat pidana sesuai Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Sudah masuk (tembakau gorila) Permenkes Nomor 2 Tahun 2017 kemarin. Ya pidana Undang-undang Narkotika," kata Slamet kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Narkotika yang bisa membuat pengisapnya merasa tertiban gorila itu, mengandung zat AB-CHMINACA. Kandungan itulah yang membuat tembakau gorila masuk dalam golongan I angka 86.

Tembakau Gorila
Tembakau Gorila

Slamet menjelaskan, dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2017, narkotika golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Narkotika golongan I memuat daftar sebanyak 114 jenis narkotika.

"Jadi itu tuh tembakau, cuma disemprot gitu loh, atau diserbuk pakai ganja sintetis itu. Cair atau bubuk kan, terus dijemur lagi. Nah, ada senyawanya, yang bisa bikin pemakai jadi limbung badan," jelas Slamet.

Tembakau gorila masih dijual bebas di masyarakat. Dengan adanya aturan baru tersebut, BNN meminta masyarakat untuk melaporkan informasi terkait penyalahgunaan tembakau gorila dan sejenisnya.

"Kami sudah sampaikan. Jika menemukan alamat website atau situs penjualan tembakau gorila atau narkotika lainnya, dapat menginformasikan ke BNN. Bisa ke SMS Center atau WhatsApp BNN," imbau Slamet. (*)

Editor: Didik Trio
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved