BanjarmasinPost/

Buntut Taruna Tewas, 25 Orang Dalam dan Luar Kampus STIP Jakarta akan Dimutasi

Ketua STIP Jakarta Kapten Arifin Soenardjo, mengatakan ada 25 orang dalam dan luar kampus terancam dimutasi

Buntut Taruna Tewas, 25 Orang Dalam dan Luar Kampus STIP Jakarta akan Dimutasi
warta kota
Suasana pemakaman Amirulloh Adityas Putra. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, CILINCING - Aksi kekerasan oleh sejumlah taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta terhadap enam taruna tingkat satu menewaskan Amirulloh Adityas Putra (18), bakal berujung mutasi puluhan orang dalam dan luar kampus.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Kapten Arifin Soenardjo menyatakan, ada 25 orang dalam dan luar kampusnya, yang terancam dimutasi serta dievaluasi.

Arifin mengakui, ke-25 orang tersebut terkait aksi kekerasan yang dilakukan sejumlah taruna tingkat dua, terhadap enam taruna tingkat satu, yang salah satunya tewas, yakni Amirulloh Adityas Putra (18).

"Kita mutasikan dan evaluasi semua pejabat atau sejumlah pihak yang ada saat kejadian penganiayaan itu, pada Selasa dan Rabu (10-11/1/2017). Ada 25 orang. di antaranya‎ itu pengawas, penjaga malam, pembina, anggota marinir, polisi, hingga struktural Kanit Bintaranya. Ada tim militer yang juga turut dievaluasi. Kesemua orang inilah yang ada atau bertugas saat kejadian. Kok bisa kecolongan?" papar Arifin saat menghubungi Warta Kota, Sabtu (14/1/2017).

Menutunya, mutasi itu sesuai aturan. Arifin bersama pihak terkait, pun masih mencari tahu masalah lemahnya pengawasan petugas pada malam kejadian itu.

"Jadi ketika lampu semua black out (mati), semua taruna di‎ STIP memang tidak diperbolehkan keluyuruan. Nah, salah satu lemahnya pengawasan kok bisa taruna satu keluyuran ke kamar seniornya taruna dua. Sampai-sampai terjadi aksi tak kita duga-duga (kekerasan) sampai taruna satu ini (Amirulloh) tewas. Ini di mana bagian kecolongannya," tutur Arifin.

Arifin menambahkan, malam itu Willy Hasiholan (‎20), salah satu pelaku, memang mencari-cari taruna satu.

"'Mana yang mau menerima drum band?' Si taruna satu menjawab 'Siap Nior'. Gedebuk aja tuh kan. Asal pukul, tendang, atau apalah ke juniornya. Inilah yang masih harus kita tingkatkan akan pengawasan pada malam hari," beber Arifin. (*)

Editor: Syaiful Akhyar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help