BanjarmasinPost/

Chelsea Vs Leicester City: Ajang Adu Strategi Ala Italia

Duel antara Chelsea dan Leicester jadi ajang adu adu strategi antara dua pelatih asal Italia yang kualitasnya baru saja mendapat apresiasi.

Chelsea Vs Leicester City: Ajang Adu Strategi Ala Italia
Dou pelatih Italia Claudio Ranieri dan Antonio Conte 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Duel antara Chelsea dan Leicester City pada pekan ke-21 Liga Inggris 2016-2017, Minggu (15/1/2017) dini hari WIB, menjadi ajang adu adu strategi antara dua pelatih asal Italia yang kualitasnya baru saja mendapat apresiasi.

Conte baru saja menahbiskan dirinya sebagai pelatih pertama yang mampu meraih penghargaan Barclays Manager of the Month atau Pelatih Terbaik Bulanan tiga kali berurutan.

Pelatih Chelsea ini meraih penghargaan tersebut untuk Desember lalu, ketika timnya menyapu bersih lima kemenangan di pertandingan liga, masing-masing atas Manchester City, West Brom, Sunderland, Crystal Palace, dan Bournemouth.

Conte meraih penghargaan serupa Oktober dan November 2016, tatkala Chelsea selalu menang dalam 13 laga berurutan sehingga mereka kini memimpin klasemen Liga Inggris dengan keunggulan lima poin atas rival terdekat, Liverpool.

Jelas, Conte gembira. "Trofi ini menunjukkan bahwa pekerjaan kami sangat baik. Desember menjadi bulan hebat buat kami. Ini penting untuk posisi kami di klasemen dan mempertebal kepercayaan diri kami," tambah allenatore atau pelatih berusia 47 tahun ini.

Skuad Conte memulai tahun baru ini dengan hasil buruk. Mereka kalah 0-2 dalam derbi London di kandang Tottenham Hotspur, 5 Januari lalu.

Ini merupakan kekalahan pertama Blues setelah mereka selalu menang dalam 13 laga liga sebelumnya.

Namun, klub London Barat ini kembali ke jalur kemenangan dengan mengalahkan Peterborough United 4-1 pada putaran ketiga di Piala FA, Minggu (8/1/2017).

Conte memiliki catatan bagus atas Claudio Ranieri, Pelatih Leicester. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Conte selalu menang atas kompatriotnya itu.

Yang pertama pada paruh pertama musim ini di Stamford Bridge bulan Oktober 2016, gol-gol dari Eden Hazard, Diego Costa, dan Victor Moses memberikan Conte kemenangan 3-0 atas Ranieri dan skuadnya. Sebulan sebelumnya, skuad Conte menaklukkan Leicester melalui adu penalti di Piala Liga.

Kualitas kepemimpinan Ranieri juga baru saja mendapat apresiasi. Bahkan, levelnya lebih tinggi, dunia.

Pelatih berusia 65 tahun ini mendapat penghargaan sebagai Pelatih Terbaik Dunia 2016. Itu lantaran keberhasilannya mengubah Leicester dari tim tidak diperhitungkan menjadi juara Liga Inggris 2015-2016.

Musim ini, Leicester mengawali petualangan pertamanya di Eropa dengan sangat mengesankan.

Mereka lolos ke babak 16 besar Liga Champions sebagai juara Grup G, mengungguli mantan juara FC Porto (Portugal). (*)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help