BanjarmasinPost/

HMI Pontianak Tolak Kenaikan PNBP STNK dan BPKB, Nilai Alasan Inflasi Tak Tepat

Menurutnya, alasan inflasi akan tepat jika STNK maupun BPKB adalah produk ekonomi komersial yang berbasis biaya produksi dan benefit.

HMI Pontianak Tolak Kenaikan PNBP STNK dan BPKB, Nilai Alasan Inflasi Tak Tepat
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PONTIANAK - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak menilai kenaikan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) tidak tepat.

"Karena STNK dan BPKB bukan produk jasa komersial tetapi pelayanan publik yang harus disediakan birokrasi. Alasan inflasi untuk menaikkan tarif, sebagaimana alasan Menteri Keuangan, adalah kurang tepat," ujar Abdul Muhid, Kabid Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan HMI Cabang Pontianak, Sabtu (14/1/2017).

Menurutnya, alasan inflasi akan tepat jika STNK maupun BPKB adalah produk ekonomi komersial yang berbasis biaya produksi dan benefit.

"Atau setidaknya produk yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," jelasnya.

Kenaikan tersebut menurutnya kurang relevan tanpa proses reformasi dari sisi pelayanannya. Karena hingga saat ini proses pelayanan penerbitan STNK dan BPKB dinilai masih sering dikeluhkan publik.

"Karena waktunya yang lama. Bahkan alasan stok blankonya masih kosong sekalipun. Kenaikan itu harus ada jaminan untuk meningkatkan pelayanan saat proses pengesahan dan penerbitan STNK dan BPKB tersebut," sambungnya. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help