Rahmadi G Lentam: Yantenglie Bisa Dinonaktifkan Sebagai Bupati Karena Melakukan Perbuatan Tercela

Pembentukan panitia khusus (Pansus) yang saat ini masih dibahas DPRD Katingan dinilai Rahmadi G Lentam memang sudah sesuai prosedur dibentuk dewan.

Rahmadi G Lentam: Yantenglie Bisa Dinonaktifkan Sebagai Bupati Karena Melakukan Perbuatan Tercela
tribunkalteng.co/faturahman
Rahmadi G Lentam

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerhati hukum Palangkaraya Kalimantan Tengah, Rahmadi G Lentam, berkentar terkait proses pemakzulan yang akan dilakukan oleh DPRD Kabupaten Katingan.

Pembentukan panitia khusus (Pansus) yang saat ini masih dibahas DPRD Katingan dinilai Rahmadi G Lentam memang sudah sesuai prosedur dibentuk oleh dewan.

Pembentukan Pansus sebagai wadah DPRD setempat dalam mengumpulkan data dan fakta-fakta terkait kasus asusila yang dilakukan Bupati Katingan H Ahmad Yantenglie.

Lalu lewat jalur apa dewan bisa melakulam pemakzulan terhadap kasus asusila yang dilakukan oleh Bupati Katingan tersebut ?

Pengacara gaek Palangkaraya ini menyebut ada empat hal yang diatur dalam mekanisme pemakzulan yang dibolehkan oleh Undang-undang Nomor 23/2014.

Yantenglie Bisa Dinonaktifkan Sebagai Bupati Karena Melakukan Perbuatan Tercela

Antara lain, bila kepala daerah berhalangan tetap, meninggal dunia dan Mengundurkan diri dan terakhir adalah melakukan tindakan tercela."Jika dewan konsisten menetapkan itu, bupati bisa dinonaktifkan."ujarnya, Selasa (17/1/2017).

Hal senada diungkapkan Karyadi salah satu Anggota DPRD Katingan yang menyatakan, hari ini pihaknya sudah membentuk panitia khusus sesuai dengan rapat Badan Musyawarah.

"Lewat Pansus itulag nantinya dijadwalkan pembahasan kasus Bupati Yantenglie. Undang-undang No 23 / 2014 memperbolehkan dewan menonaktifkan Bupati Yantenglie, karena dia sudah melakukan perbuatan tercela berupa perzinaan." ujarnya. (*)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved