Berita Regional

Diperkosa 7 Oknum Anggota TNI, Pelayan Kafe Ini Dilarikan ke Rumah Sakit

Para pelaku diduga anggota TNI. Akibat kejadian itu, korban harus dirawat intensif di rumah sakit.

Diperkosa 7 Oknum Anggota TNI, Pelayan Kafe Ini Dilarikan ke Rumah Sakit
kompas.com
Garis polisi dipasang di sebuah kafe di kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Minggu (22/1). Pada Sabtu (21/1/2017), sebagian kafe tersebut dibakar warga karena diduga menjadi tempat tujuh orang pria yang diduga anggota TNI melakukan kekerasan seksual terhadap R (18), pelayan kafe tersebut pada Jumat (20/1) malam lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PAYAKUMBUH - Seorang pelayan kafe berinisial R (18), warga Nagari Sungai Beringin, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, diduga menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan tujuh laki-laki.

Para pelaku diduga anggota TNI. Akibat kejadian itu, korban harus dirawat intensif di rumah sakit.

Sejauh ini belum ada pernyataan dari kepolisian, baik Kepolisian Sektor Kota Payakumbuh maupun Kepolisian Resor Kota Payakumbuh terkait kejadian itu. Begitu juga dari Kodim 0306/50 Kota.

Saat ditanya Kompas, Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0306/50 Kota Letnan Kolonel Inf Heri Sumitro, yang ditemui di Payakumbuh Minggu siang, tidak membantah kejadian itu. Namun, dia enggan memberi komentar. "Tolong beri kesempatan itu berjalan. Jangan diekspose dulu," kata Heri.

Menurut Kepala Seksi Intel Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/4 Padang Kapten CPM Arifin, ada tujuh anggota TNI yang dibawa dari Payakumbuh ke Padang pada Minggu pagi. Mereka dibawa terkait kasus kekerasan seksual terhadap R. Saat ini, ketujuh orang itu masih diperiksa oleh bagian penyidikan.

Peristiwa itu terjadi Jumat (20/1/2017) malam di kafe CF di Kelurahan Talang, Kelurahan Payakumbuh Barat, Payakumbuh. Dari penuturan beberapa warga yang sempat menemui korban dan keluarganya seusai kejadian, korban dicekoki minuman keras oleh para pelaku hingga pingsan. Pada saat itulah para pelaku diduga memerkosa korban.

Menyusul kejadian dugaan kekerasan seksual terhadap R, pada Sabtu malam, warga mendatangi kafe CF. Warga lalu membakar kafe itu. Menurut Lurah Talang, Gusmardi, pembakaran kafe dilakukan sejumlah orang sekitar pukul 22.15.

Kejadian yang menimpa R turut menjadi perhatian Nurani Perempuan Woman Crisis Center, salah satu lembaga yang aktif mengadvokasi nasib anak dan perempuan korban kekerasan seksual di Sumbar. Nurani Perempuan berencana menyurati sejumlah pihak. Direktur Nurani Perempuan Yefri Heriani mengatakan, pihaknya akan mendesak agar proses hukum peristiwa itu terbuka. Dengan begitu, korban mendapatkan penanganan dan hak-haknya, misalnya seperti perlindungan.

Dua petani

Kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan diduga terjadi pula di Riau. Tersangka pelaku adalah dua petani, yakni Has (40) dan Uj (44), warga Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir. Mereka ditangkap aparat Kepolisian Sektor Kateman, Sabtu (21/1) malam. Has dan Uj dituduh memaksa pasangan remaja Tu (16) dan Te (17) melakukan hubungan badan. Setelah itu Uj memerkosa Tu.

"Kejadian pada Selasa (17/1) malam. Namun, orangtua korban perempuan baru melaporkan kejadian pada Sabtu (21/1) sore kepada kami. Anggota saya langsung melakukan pengejaran dan pada Sabtu malam kedua tersangka pelaku berhasil diciduk dan sampai sekarang masih ditahan di tahanan polsek," ujar Kepala Polres Indragiri Hilir Ajun Komisaris Besar Dolifar Manurung yang dihubungi dari Pekanbaru, Minggu.

Dolifar menjelaskan, Tu dan Te adalah pelajar SMA. Pada Selasa (17/1) sekitar pukul 21.00, keduanya dalam perjalanan pulang mengendarai sepeda motor. Saat itu jalan desa licin karena baru turun hujan. Tu terpaksa turun berjalan kaki, sementara Te menuntun sepeda motor. Lalu muncul Has dan Uj. Mereka menuduh dua remaja itu baru saja berbuat asusila. Kedua remaja yang menolak tuduhan itu lalu dipaksa masuk ke semak-semak hingga terjadi perbuatan keji yang dilakukan Has dan Uj.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help