Kemenkeu Segera Rilis Tarif Bea Keluar Konsentrat

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengusulkan pengenaan Bea keluar untuk ekspor mineral mentah naik menjadi 10 persen.

Kemenkeu Segera Rilis Tarif Bea Keluar Konsentrat
KOMPAS/B JOSIE SUSILO HARDIANTO
Proses flotasi atau pengapungan mineral tambang, seperti tembaga, emas, dan perak. Proses itu dilakukan untuk memperoleh konsentrat yang terdiri dari tembaga, emas, dan perak. Konsentrat itu kemudian dialirkan ke Pelabuhan Amamapare, dikeringkan, dan kemudian dikirim ke pabrik-pabrik pengecoran. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu)‎ akan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait besaran bea keluar ekspor konsentrat, setelah Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan 10 persen.

"Akan ditetapkan segera, minggu ini bisa, jadi kita tunggu saja," ucap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Menurut Suahasil, besaran bea keluar untuk konsentrat akan ada tingkatannya bagi perusahaan mineral dan batu bara yang akan ataupun sedang melakukan pembangunan smelter.

Sehingga ke depan, bea keluar akan disesuaikan dari kemajuan pembangunan smelter dari masing-masing perusahaan minerba.

"Ini masih didiskusikan, pokoknya akan ada layer-layernya (tingkatan). Artinya semakin tinggi maju progres smelter, semakin rendah tingkat bea keluar yang akan dikenakan," tutur Suahasil.

‎Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengusulkan pengenaan Bea keluar untuk ekspor mineral mentah naik menjadi 10 persen.

"Jadi sekarang itu 5 persen, kami sudah melakukan usulan bea keluarnya maksimal 10 persen," ucap Jonan. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved