Banjarmasin Post Edisi Cetak

Kisah Perajin Kamasan Martapura Dulu Bisa Kantongi Rp 100 Per Hari, Nasibnya Kini

Dia memilih menuju meja kerjanya di ruang tamu kediamannya dan mengeluarkan satu per satu alat kerjanya

Kisah Perajin Kamasan Martapura Dulu Bisa Kantongi Rp 100 Per Hari, Nasibnya Kini
BPost cetak 

Lebih lanjut, Hasan mengatakan guna menyelesaikan sebiji gelang itu memerlukan waktu selama sekitar satu minggu.

Sebelum akhirnya, empat atau lima biji gelang itu pun kemudian dia jajakan ke beberapa toko perhiasan di Kota Banjarmasin.

“Adapun satu biji gelang kandungan peraknya sekitar 20 gram. Berbeda dengan gelang perak gelang bikinan kami murni asli perak asli,” ujarnya.

Hanya saja, dari apa proses panjang dan rumit yang dilakukan Hasan sebelumnya terkadang masih jauh dari harapannya.

Selain sulit dan sepinya pemasaran hasil kerajinan Kamasan, harga tak jarang menjadi pelecut mentalnya menekuni pekerjaan tersebut.

“Paling hanya sekitar Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per gram. Kadang Rp 15 ribu per gram. Berbeda harga toko, mereka patok terkadang berkisar sampai Rp 25 ribu per gram kepada pembeli, “ ungkap Hasan.

Hasan mengaku dirinya kini sangat jarang menerima pesanan pembuatan perhiasan yang datang ke kediamannya.

Berbeda saat maraknya musim batu berharga pada 2015 akhir lalu, dalam sehari dia mampu menerima penghasilan sebesar Rp 100 ribu.

“Kondisi itu sebetulnya tidak hanya saya alami sendiri melainkan pula para pengrajin kemasan lainnya di Kampung Kamasan Desa Dalam Pagar ini,” ucap Hasan.

Lebih lanjut, Hasan berujar, keterampilan itu dia peroleh secara ortodidak dari sang kakek hingga ayahnya. Namun menyusul sang ayah saat ini terserang penyakit stroke hingga dia pun meneruskannya.

Halaman
123
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved