Seputar Kaltim

Sepanjang 2016, Sudah 57 WNA Dideportasi dari Balikpapan

Sepanjang tahun 2016, sedikitnya 57 orang Warga Negara Asing (WNA) telah dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan

Sepanjang 2016, Sudah 57 WNA Dideportasi dari Balikpapan
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ALIDONA
Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan mengamankan 22 WNA yang melanggar peraturan di antaranya kelebihan izin tinggal atau overstay. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN - Sepanjang tahun 2016, sedikitnya 57 orang Warga Negara Asing (WNA) telah dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan.

Mereka dideportasi karena menyalahi izin tinggal.

Sementara, ada juga 3 WNA lainnya dilakukan tindakan projustisia atau penegakan hukum keimigrasian terhadap WNA.

“Sepanjang tahun 2016 kasus WNA yang dideportasi yakni 57 WNA dan ada 3 yang pro justisia," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan, Pamuji Raharja, Senin (23/1/2017).

Jadi, tandasnya, yang dideportasi karena pelanggaran administrasi keimigrasian saja, penyalagunaan izin tinggal.

"Deportasi terbanyak yakni pada kasus cyber crime,” kata Pamuji Raharja pada Tribunkaltim.co.

Pamuji Raharja mengungkapkan, WNA yang telah dipulangkan ke negaranya itu rata-rata telah menyalahi izin tinggal dan overstay.

Puluhan WNA tersebut mengelabui petugas pengawasan orang asing, dengan melakukan pelanggaran izin tinggal.

Mereka hanya memiliki izin untuk berkunjung, tapi digunakan untuk bekerja.

Disampaikannya, untuk tindakan pro justisia dilakukan kepada 3 WNA yakni 2 WNA asal China dan 1 asal Maroko.

Untuk 2 WNA asal China, izin tinggal yang dimilki adalah izin kunjungan namun saat di Balikpapan, mereka berjualn baju.

Sedangkan 1 WNA asal Maroko dikenakan pro justisia karena illegal stay, dimana paspor dan izin tinggal yang dimiliki telah habis masa berlakunya.

Sementara itu, untuk penegakan hukum keimigrasian terhadap 3 WNA tersebut tindakan deportasi dilakukan setelah yang bersangkutan menjalani pidana yakni hukuman penjara sesuai dengan keputusan pengadilan. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help