Kerennya Pementasan Sendratasik Mahasiswa FKIP Univesitas Lambung Mangkurat ala Hollywood

Kerennya pementasan Sendratasik karya Mahasiswa FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Padukan Teater dan Film Fiksi Ilmiah ala Hollywood

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Para mahasiswa program studi Seni, Drama, Tari dan Musik (Sendratasik) FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin baru saja selesai menggelar pementasan akbar tahunan mereka, yaitu Sendratasik Berkarya.

 Digelar di Gedung Kesenian Balairung Sari, Taman Budaya Kalimantan Selatan, Banjarmasin pada Jumat (27/1/2017) pukul 16.00 Wita dan 20.00 Wita serta Sabtu (28/1/2017) pukul 20.00 Wita, acara ini dihadiri banyak penonton.

 Pertunjukan berjudul Sendratasik Berkarya New Generation ini tampak spesial karena tak sekadar menyuguhkan pementasan teater di panggung, namun dipadukan juga dengan film bernuansa fantasi masa depan dan fiksi ilmiah seperti di film-film Hollywood, Hunger Game, Divergent, The Maze Runner, dan sejenisnya.

 Sebelum pementasan digelar, panitianya yang terdiri dari mahasiswa Sendratasik semester tujuh melakukan casting pemain dan syuting pembuatan filmnya selama beberapa hari.

 “Waktu itu kami syuting di sebuah rumah sakit terbengkalai di Banjarmasin,” ujar Ketua Pelaksana Sendratasik Berkarya New Generation, Rofi Shafwan.

 Pementasan drama ini berjudul Noitare’n Eg’wen The Last Hope, menceritakan tentang kehidupan manusia di masa 3777 masehi, saat semuanya dikuasai teknologi digital.

 Bumi dikuasai pemerintahan yang satu bernama Koloni dan rakyatnya dilarang keluar daerah tersebut.

 Jika berani keluar maka robot-robot penjaga Koloni berupa drone akan menembak mati mereka yang keluar tersebut.

 Karena kehidupan serbadigital dan individualis, menyebabkan mereka kehilangan identitas diri sebagai sebuah bangsa.

 Mereka tak mengenal lagi kebudayaan nenek moyang mereka, membuat lima orang anak mudanya kemudian berinisiatif mencari sebuah kitab kuno peninggalan nenek moyang mereka yang berisi pengetahuan tentang kebudayaan manusia di masa lalu.

 Saat mereka tampil di panggung, pertunjukannya seperti penampilan teater pada umumnya, namun saat kelompok lima anak muda itu berpetualang keluar Koloni hingga dikejar-kejar drone penjaga Koloni, penonton disuguhi adegan-adegan bak film fiksi ilmiah tersebut.

 Film tersebut diputar di sebuah layar besar di panggung menggunakan proyektor.

 Pertunjukan ini digelar dalam rangka penilaian ujian akhir semester tujuh untuk mata kuliah Manajemen Seni Pertunjukan dari FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Tiket masuknya Rp 25.000 per orang. (*)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help