Home »

Video

NEWS VIDEO

Ramani Histeris Ngamuk Melihat Pembunuh Suaminya Melakukan Rekonstruksi

Pelaksanaan rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Pupung terhadap Adi Sucipto seorang pemulung yang bertetangga ini dilakukan hingga lebi

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pelaksanaan rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Pupung terhadap Adi Sucipto seorang pemulung yang bertetangga ini dilakukan hingga lebih dari 25 adegan, Minggu (29/1/2017).

Adegan pertama korban baru datang menggunakan mobil pikap, saksi satu masuk ke rumah korban makan dengan korban di dalam rumah korban.

Kemudian korban dan keluarganya sempat makan di dalam rumah setelah sebelumnya datang ke rumah menggunakan sebuah mobil pikap warna hitam.

Sesaat setelah korban makan, kemudian pelaku bernama Pupung datang dengan sepeda motornya dan memainkan gas atau menggeber-geber sepeda motor di halaman rumah korban.

Kemudian anak bayi korban yang sedang tidur menangis, mendengar suara bising, sehingga salah satu keluarga korban menghampiri pelaku untuk meminta jangan menyalakan motor malam hari karena mengganggu.

Keluarga korban Pulang ke rumah dan pelaku juga pulang kerumah kemudian pelaku mengamuk di rumahnya dengan menendang-nendang rumahnya yang terbuat dari kayu dan terdengar oleh korban, sehingga korban datang ke rumah pelaku.

Sampai di depan pintu rumah pelaku, korban menanyakan kepada pelaku terkait sikap pelaku yang menendang pintu dan dinding rumahnya dan terjadilah adu mulut.

"Saat itu pelaku masuk rumah mengambil parang, menghampiri korban di depan pintu, korban langsung dibacok kakinya hingga mengalami luka parah," demikian bagian dari rangkaian adegan pembunuhan tersebut.

Di rumah korban yang berjarak sekitar 25 tampak Ramani, istri korban mengamuk ketika melihat pupung yang menjadi pembunuh suami ingin melakukan rekonstruksi yang dijaga puluhan polisi bersenjata lengkap.

Ibu enam orang anak yang akhirnya dilarang melihat rekonstruksi pembunuhan suaminya oleh polisi, namun dia menyatakan akan membalas dendam ketika pelaku keluar dari penjara. (tribunkalteng.co/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help