Daerah Hulu Sungai Jadi Fokus Perhatian. Ini Penjelasan Plt Kadinkes Kalsel Soal Gizi Buruk

Plt Kadinkes Kalsel, Muslim, mengatakan angka kasus gizi buruk yang masih tinggi mendapat fokus perhatian terutama di daerah hulu sungai

Daerah Hulu Sungai Jadi Fokus Perhatian. Ini Penjelasan Plt Kadinkes Kalsel Soal Gizi Buruk
ist
balita gizi buruk 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Plt Kadinkes Kalsel, Muslim, mengatakan angka kasus gizi buruk yang masih tinggi mendapat fokus perhatian terutama di daerah hulu sungai karena di hulu sungai angkanya relatif tinggi.

“Yang pasti penyebabnya di beberapa kawasan terpantau merah dan menjadi tertinggi angka gizi buruk, tidak ada penetapan soal status darurat,” ucap Muslim.

Dia berharap, tentu ada kepedulian dari semua stakeholder terkait untuk bersama-sama mencari solusi atas masalah gizi di masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gizi terutama untuk pemenuhan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan.

"Secara umum penyebabnya adalah kurang asupan gizi baik karena faktor ekonomi maupun pola asuh yang salah. Masih banyak balita yg tidak datang ke Posyandu untuk pemantauan pertumbuhan dan masih kurangnya peran lintas sektor terkait,” kata dia.

Strategi yang dilakukan dinkes, sambungnya,  peningkatan pendidikan dan promosi gizi melalui berbagai media, peningkatan kerjasama dengan lintas sektor terkait termasuk PKK dan peningkatan surveilans gizi untuk memantau perkembangan masalah gizi di masyarakat serta penanganan kasus gizi buruk yg ditemukan sesuai dengan standar tata laksana gizi buruk. (*)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved