Berita Banjarmasin

Susah Mencari Orang yang Berminat Olahraga Loncat Indah

Dia ingin membentuk regenerasi untuk olahraga air itu. Menurutnya di Banjarmasin sangat susah sekali menemukan orang yang berminat menjadi atlet

Susah Mencari Orang yang Berminat Olahraga Loncat Indah
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Suasana kolam renang loncat indah di GOR Hasanuddin HM, Selasa (31/1/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Suasana kolam renang pelajar Mulawarman sepi saat sore. Aktifitas didalam hanya dilakukan oleh para atlet loncat indah yang sedang latihan rutin. Selasa (31/2/2017).

Dwi Mariastuti, wanita anak tiga ini menjadi pelatih atlet loncat Indah di Banjarmasin sejak 2009.

Mantan atlet loncat indah tersebut memilih menjadi pelatih semenjak kelahiran anak keduanya.

Dia ingin membentuk regenerasi untuk olahraga air itu. Menurutnya di Banjarmasin sangat susah sekali menemukan orang yang berminat menjadi atlet loncat indah.

Tujuh atlet yang dibinanya saat ini pun rata-rata adalah keluarganya. Terutama Kinan, anak perempuannya yang sudah dia latih sejak TK hingga sekarang Kinan kelas 6 SD. Bahkan Kinan juga sudah pernah mengikuti Pekan Olahraga Nasional 2016 lalu.

Ada dua perempuan dan tujuh lelaki yang dilatih oleh Dwi setiap sorenya. Dalam pelatihan tersebut, program yang diutamakan adalah kelenturan tubuh dan kekuatan perut dan pinggang.

"Sementara ini menggembleng fisik dulu, latihan sit up, back up menggunakan bola beban, lari serta senam perut," ujar mantan atlet SEA Games tersebut.

Menurutnya, jam latihan yang kurang, membuat latihan terbatas. Sehingga latihan perhari harus berfokus satu latihan saja.

Perempuan yang pernah menampilkan loncat indahnya di dua kali Asian Games ini juga beranggapan kalau sarana atlet loncat indah di Banjarmasin kurang memadai.

Bagi Dwi, loncat indah itu yang dioptimalkan kekuatan perut dan pinggang agar kuat untuk masuk ke air dan mengurangi resiko cidera saat lompatan atau putaran ketika masuk kedalam air.

Meski sebenarnya memang memerlukan seluruh kekuatan badan, tapi perut dan punggung merupakan kekuatan yang paling utama.

Setiap sore, Dwi menerapkan program latihan Sit up 15x/ 10 set, Back up 10x/5 set. Duduk berdiri untuk kekuatan kaki 10x10 set kepada tujuh orang atletnya.

"Mereka tidak boleh istirahat latihan terlalu lama, apalagi sampai berminggu-minggu, nanti badannya akan sakit lagi saat latihan soalnya penyesuaian ulang," jelas wanita kelahiran Ferbruari 1969 itu.

"Anak saya yang pertama sempat saya latih loncat indah. Tapi saat itu saya dipanggil ke Jakarta untuk melatih sea game selama satu tahun. Jadinya terpaksa dia batal untuk menjadi atlet loncat. sekarang malah menjadi atlet gulat," curhatnya. (Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved